Suka Film Horor

194
AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG
AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG
AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG

MENONTON film merupakan salah satu hobi yang disukai hampir di seluruh kalangan masyarakat. Namun, bagaimana jadinya jika yang ditonton adalah film horor? Pastinya, rasa deg-degan dan penasaran saat menyaksikan muncul. Hal itulah yang sudah lama diminati Karina Devi Utami.

”Tiap adegan dalam film horor selalu mendebarkan. Sehingga membuat saya selalu penasaran,” ungkap gadis yang akrab disapa Alin itu saat ditemui di Jawa Pos Radar Semarang di kantor DPRD Jateng.

Alin menceritakan, dirinya telah menyukai film horor sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Saking gandrungnya terhadap film horor, terkadang ia bisa menontonnya berkali-kali. ”Kalau sudah keluar di web streaming, saya bisa puter terus film itu,” katanya.

Gadis yang kini menempuh studi di jurusan Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro (Undip) itu mengaku lebih senang jika menonton film horor dari luar negeri. Menurutnya, film horor luar negeri selalu bisa dinikmati hingga saat terakhir. Kisah cerita atau latar belakang dalam cerita film horor luar negeri selalu mengena dan memiliki alasan yang unik di setiap judulnya.

”Latar belakang itu yang dinanti, karena menarik. Film horor barat yang bikin tegang ceritanya, meski make up-nya biasa saja. Berbeda dengan film horor Indonesia yang lebih menonjolkan riasan yang seram,” terang Alin menambahkan film horor buatan dalam negeri cenderung mengeksplorasi adegan dewasa dan tidak fokus pada inti cerita.

Selain menyukai film horor, dara manis kelahiran Jakarta, 8 Juni 1994 itu juga ternyata tergila-gila dengan film drama. Terlebih lagi drama yang berasal dari negeri gingseng Korea. ”Dalam film Korea, ada banyak boyband yang saya idolakan,” akunya malu-malu. (fai/aro/ce1)