Cilvia Puji Astuti. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
Cilvia Puji Astuti. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
Cilvia Puji Astuti. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

REMAJA memang punya banyak energi untuk mencari kesibukan. Seperti Cilvia Puji Astuti, cewek yang lebih nyaman disapa Cilvia Jiatsu ini menggeluti empat profesi sekaligus. Mahasiswi, atlet basket, fotomodel serta Sales Promotion Girl (SPG) event.

Meski semua aktifitas itu melelahkan, dia tetap enjoy menjalaninya. “Jadi saya memang punya empat muka. Kalau kuliah ya bawa buku, pas basket ya keringetan, ketika jadi model foto ya harus dandan cantik, sementara SPG kudu pinter ngomong,” celoteh bungsu dari tiga bersaudara pasangan Susilo dan Dwi Puji Rusmiyanti ini.

Dari keempat kegiatan itu, Cilvia mengaku paling klik dengan basket. Olahraga yang ditekuninya sejak duduk di bangku SMPN 1 Mranggen ini telah memolesnya menjadi pribadi yang supel. Di basket, dia belajar sabar. Sabar menghadapi musuh dan sabar dengan sifat rekan tim demi menjaga kekompakan.

Dara kelahiran Demak, 4 Agustus 1995 ini tidak asal mencari keringat. Ketika di kelas 2 SMP 2009 silam, Cilvia ikut andil dalam menyabet juara Pekan Olahraga Antar Daerah (Popda). Merasa mulai mahir, mahasiswi semester 2 Jurusan Akuntansi Universitas Semarang (USM) ini makin mantap menggeluti basket. Bahkan ketika bergabung di tim basket SMA PL Tarcicius 1 Semarang, dia juga mengambil banyak porsi mencari predikat juara. Sebut saja juara Walikota Cup 2012 dan Lema Cup 2012.

Pemilik postur 164 cm/55 kg ini menyimpan obesesi ingin memajukan prestasi tim basket USM. “Sebenarnya pengin gabung di tim besar untuk mencicipi liga mahasiswa nasional. Tapi kalau lulus kuliah nanti, maunya kerja akuntan. Jadi USM ini jadi tim terakhir tapi besok ingin juga bisa jadi pelatih,” harapnya.

Dijelaskannya, dunia modeling yang telah dirintis sejak SMK dan nyambi SPG ini semata untuk nambah tabungan. Cilvia tidak pernah ada niat lain meski banyak yang mengecap negatif. Bahkan dia punya cita-cita mulia. “Tabungan ini nanti untuk membiayai haji kedua orang tuaku,” pungkasnya. (amh/smu)