Lahan Terbatas, Berkomitmen Tingkatkan Hasil Pertanian

166
PANEN RAYA : Wali Kota Salatiga Yuliyanto menandai panen raya padi menggunakan mesin harvester di tepi jalan tani di Kelurahan Pulutan, pada Kamis (9/4) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Wali Kota Salatiga Yuliyanto menandai panen raya padi menggunakan mesin harvester di tepi jalan tani di Kelurahan Pulutan, pada Kamis (9/4) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANEN RAYA : Wali Kota Salatiga Yuliyanto menandai panen raya padi menggunakan mesin harvester di tepi jalan tani di Kelurahan Pulutan, pada Kamis (9/4) kemarin. (MUNIR ABDILLAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Pemkot Salatiga akan berusaha semaksimal mungkin mempertahankan lahan pertanian yang jumlahnya semakin terbatas, hanya sekitar 700 hektare. Di antaranya dengan berkomitmen meningkatkan hasil produksi pertanian padi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Salatiga, Muh Haris dalam dialog dengan masyarakat seusai panen raya di Kelurahan Pulutan, pada Kamis (9/4) kemarin. Yakni, panen raya yang diresmikan oleh Wali Kota Salatiga Yuliyanto dengan memanen padi menggunakan mesin harvester di tepi jalan tani di Kelurahan Pulutan. Hadir pula, Komandan Kodim 0714, Letkol Budi Darmawan; Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Husnani; Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat, Daryadi; instansi terkait serta kelompok-kelompok tani di Kelurahan Pulutan dan Kecandran Kota Salatiga.

“Bagi para petani, saya imbau supaya lahan pertaniannya dipertahankan, jangan sampai dialihfungsikan. Ini karena sudah ada Perda nomor 4 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dimaksudkan untuk memberikan proteksi pada lahan pertanian di Salatiga,” ujar Muh Haris.

Terkait terjadinya penurunan jumlah lahan persawahan dalam kurun waktu 2012-2013, Muh Haris menjelaskan bahwa penurunan tersebut memang tidak bisa dihindari, lantaran berhadapan dengan proyek pembangunan nasional berupa pembangunan jalan tol Semarang-Solo.

“Penurunan lahan tersebut tidak bisa dihindari. Tetapi untuk pembangunan nasional, lahan yang digunakan tentunya tetap dipilih dengan lebih cermat, yaitu dengan menghindari persawahan dengan pengairan teknis,” tambah Muh Haris.

Ditambahkan Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan), Husnani. Bahwa mempertahankan lahan pertanian yang ada di antaranya dengan membagi potensi produksi. Seperti wilayah Pulutan, dikonsentrasikan untuk produksi padi dan perikanan.
Blotongan dikonsentrasikan untuk produksi durian. Noborejo merupakan kawasan peternakan. “Jadi potensinya melihat wilayah,” tandasnya.

Kendati begitu, tuturnya, ada kendala regenerasi petani. Pasalnya, saat ini kaderisasinya kurang maksimal, lantaran banyak petani berumur 50 tahun ke atas. Tapi untuk peternak ikan malah banyak yang muda-muda. “Kami akan terus mendorong petani, agar bisa meningkatkan produksi,” tandasnya.

Terkait pengairan sawah, pihaknya juga sudah melakukan program pengangkatan air permukaan tanah dari sungai-sungai ke sawah. Di antaranya yang sudah dilakukan adalah di daerah Kutowinangun. “Kami menggunakan sumur-sumur bor untuk kebutuhan pengairan. Sehingga meski musim kemarau, pertanian di Salatiga sudah siap,” katanya.

Sedangkan Komandan Kodim 0714, Letkol Budi Darmawan turut berkomitmen membantu ketahanan pangan di Salatiga. Yaitu dengan melakukan gopyokan dan pengawasan terhadap distribusi pupuk dan pengairan petani.

“Salatiga memang tidak terlalu besar. Pengecer pupuknya hanya 5 orang. Jadi agak mudah dikondisikan. Terkait geliat pemalsuan pupuk, Salatiga masih terbilang aman. Tapi kami akan terus memantau hal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Ketua Kelompok Tani Makmur 2 Kecandran, Asadi, pada panen raya kali ini, Kelurahan Pulutan mampu memproduksi 6 ton per hektare sawah. Sedangkan Kelurahan Kecandran menghasilkan 7.5 ton per hektare sawah. (abd/ida)