Jelang Unas, Ratusan Siswa SMA Dihipnotis

116
IKUTI HIPNOTERAPI: Ratusan siswa SMA I Bojong mengikuti kegiatan hipnoterapi jelang pelaksanaan Unas, Kamis (9/4) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
IKUTI HIPNOTERAPI: Ratusan siswa SMA I Bojong mengikuti kegiatan hipnoterapi jelang pelaksanaan Unas, Kamis (9/4) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
IKUTI HIPNOTERAPI: Ratusan siswa SMA I Bojong mengikuti kegiatan hipnoterapi jelang pelaksanaan Unas, Kamis (9/4) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Jelang pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) ratusan siswa kelas XII SMA I Bojong Kabupaten Pekalongan dihipnotis dengan metode hopnoterapi, Kamis (9/4) kemarin. Sebagai salah satu upaya memberikan sugesti positif terkait kesiapan mengikuti Unas.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelatihan ESQ (Emotional Spiritrual Quotient). Tidak hanya para siswa, para tenaga pendidikan dan kependidikan juga dihipnotis berlabel hypnoteaching.

Kepala SMA I Bojong, Bambang Wirudi mengatakan bahwa semua siswa antusias mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Da’wah Muhammadiyah, Kajen tersebut. “Prosesnya berjalan hening dan khidmat,” ungkapnya.

Bambang memaparkan, hipnoterapi tersebut dilakukan untuk memantapkan diri para siswa dalam menghadapi Unas. Sebab, kata dia, kondisi bawah sadar sangat mudah dipengaruhi atau sugestif. Dari memahami dan menerima keadaan diri seutuhnya, para siswa diajak untuk meyakinkan diri bahwa setiap individu dikaruniai kesempatan yang sama dalam mengaktualisasikan diri sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing. “Sehingga benar-benar memahami tujuan hidup dan tujuan belajar. Apapun rintangannya, dapat dihadapi dan diatasi dengan lebih ringan,” paparnya.

Sebelum pelaksanaan hipnoterapi, terlebih dahulu diselenggarakan istighotsah. Setelah itu, giliran para guru dan karyawan SMA 1 Bojong yang dihipnotis. “Untuk para guru dan karyawan, agar dapat meninggalkan mindset serta pola yang tidak produktif dalam melakukan aktivitas kesehariannya. Selain itu, beberapa trik atau cara inovatif yang ringan dilatihkan agar lebih dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kepada siswa,” jelasnya. (hil/ida)