Dua Tersangka Hibah KONI Ditahan

133
DIGELANDANG: Tersangka Djody Aryo Setiawan (kanan) dan Suhantoro berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Kejari Semarang. Sejak kemarin, keduanya resmi ditahan di Lapas Kedungpane. (FOTO-FOTO: JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIGELANDANG: Tersangka Djody Aryo Setiawan (kanan) dan Suhantoro berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Kejari Semarang. Sejak kemarin, keduanya resmi ditahan di Lapas Kedungpane. (FOTO-FOTO: JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Digital Camera

KALIBANTENG – Dua tersangka kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang tahun anggaran 2012/2013, Kamis (9/4) kemarin resmi ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang. Kedua tersangka adalah Djody Aryo Setiawan (DAS), Bendahara KONI Kota Semarang, dan Suhantoro (SH) yang saat ini menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kas Daerah (Kasda) Pemkot Semarang.

Pengamatan Jawa Pos Radar Semarang, kedua tersangka diantar ke tahanan menggunakan mobil tahanan Kejari Semarang berpelat merah nopol H 9588 VW. Tersangka Suhantoro mengenakan batik bermotif warna hijau. Sedangkan Djody Aryo memakai kemeja biru lengan panjang. Keduanya dikawal penyidik kejari.

Sebelum berangkat ke Lapas Kedungpane, keduanya sempat disinggahkan di ruang Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus). Tersangka Djody terlihat menyantap nasi kotak yang disediakan penyidik dengan lahap. Sedangkan Suhantoro makan dengan santai. Keduanya memasuki mobil tahanan sekitar pukul 18.40. Saat perjalanan ke mobil, kedua tersangka enggan menjawab pertanyaan para wartawan yang menunggu sejak siang.

Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Semarang, Sutrisno Margi Utomo, mengatakan, selama 20 hari ke depan, kedua tersangka akan ditahan di Lapas Kedungpane, Semarang.

”Alasan (penahanan) sudah sesuai KUHAP, yakni syarat subjektif dan objektifnya sudah terpenuhi, sehingga harus mempercepat penahanan. Tadi (kemarin) sempat dilakukan pemeriksaan maraton. Penahanan tersangka juga bisa diperpanjang,” kata Sutrisno didampingi jaksa fungsionaris, Rilke DJ Palar.

Sutrisno menyebutkan, Kamis kemarin tim penyidik juga menerima pengembalian uang hasil pemotongan cabang olahraga tahun 2012 dari Irwan atas kegiatan tersebut. ”Irwan (Pengurus KONI Kota Semarang) tadi mengembalikan uang senilai Rp 50 juta ke tim penyidik,” ujarnya.

Saat ditanya soal penetapan Suhantoro sebagai tersangka dalam perkara lain oleh Polrestabes Semarang, Sutrisno menjawab bila ingin memeriksa Suhantoro, maka harus meminta izin institusi yang menahan lebih awal, dalam hal ini Kejari Semarang. ”Harus meminta izin ke penyidik yang menahan lebih awal. Untuk tersangka Djody baru memenuhi panggilan pertama, dan Suhantoro sudah kedua ini, semuanya langsung ditahan bersamaan,” sebutnya.

Kepala Kejari Semarang, DR Asep Nana Mulyana, membenarkan jika kemarin melakukan pemanggilan terhadap dua tersangka kasus hibah KONI Kota Semarang. ”Dua-duanya datang, yakni tersangka Djody Aryo Setiawan (DAS) dan Suhantoro (SH). Tapi SH kebetulan tidak didampingi penasihat hukum (PH). Dia (Suhantoro) sepakat menggunakan PH penunjukan atau prodeo dari kejaksaan,” kata Asep.

Dijelaskan, jika perkara tersebut ancaman hukumannya 15 tahun, maka pihaknya akan menanyakan ke tersangka apakah sudah didampingi PH atau belum. Kalau belum, pihaknya akan menawarkan penasihat hukum ke tersangka. ”Jadi, kami menanyakan dulu kepada tersangka. Kalau tersangka gak punya, kami menawarkan bagaimana kalau kami sediakan, hal itu untuk membantu hak-hak tersangka,” ujarnya.

Asep mengatakan, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan, adapun hasilnya ia belum mengetahui secara pasti pemeriksaannya. ”Jumlah pertanyaan saya belum tahu, langsung saja ke penyidik. Kita objektif dan akan kita sampaikan apa pun fakta-fakta yang terjadi. Saat ini, kami tetap mengumpulkan bukti-bukti dulu,” katanya.

Asep menuturkan, waktu pemeriksaan dimulai pukul 11.30-16.00. ”Tapi hak-hak tersangka tetap diberikan. Misalnya, mau salat, atau waktunya makan kita persilakan dan sediakan,” tuturnya.

Juru Bicara KONI Kota Semarang, Slamet Budi Utomo, mengakui KONI sudah menyediakan tim advokasi atau penasihat hukum, namun pihaknya masih menunggu kesediaan anggotanya (Suhantoro).

”Status beliau kan sudah dinaikkan menjadi tersangka. Jadi diserahkan beliau (Suhantoro) untuk memilih menggunakan PH-nya,” kata Slamet melalui saluran handphone-nya.

Slamet mengatakan, jika anggotanya ingin menggunakan PH dari KONI Kota Semarang, maka perlu membicarakan konsekuensi-konsekuensi yang perlu dirembuk lebih jauh lagi. Pihaknya mengaku sudah menyediakan PH terhadap anggotanya.

”Kemarin Mas Anto (Suhantoro) sudah meminta untuk didampingi dan sudah ditawarkan juga, tapi harus ada konsekuensi yang ada, dan harus dirembuk antara Mas Anto dan PH KONI Kota Semarang. Semua dipersilakan Mas Anto untuk memilih,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, menyatakan, tidak keberatan atas penahanan yang dilakukan oleh Kejari Semarang. Justru hal itu akan memudahkan pihaknya memeriksa Suhantoro dalam kasus lainnya. ”’Ya, nanti kita koordinasi dengan kejaksaan,” ujarnya. (bj/aro/ce1)