SEMARANG – Fluktuasi nilai rupiah serta kenaikan bahan bakar minyak berimbas hampir ke berbagai sektor industri. Penghematan serta berbagai strategi lain mulai diterapkan sebagai respons dari kondisi tersebut.

Perusahaan transportasi dan jasa pengiriman misalnya, menjadi salah satu sektor yang kelimpungan dengan kondisi tersebut. ”Yang bisa kami lakukan yaitu pengehematan dan pembenahan dari sisi internal,” kata Direktur Pemasaran PT Siba Surya Stefanus Suryaatmadja, kemarin (9/4).

Diakuinya, fluktuasi rupiah serta kenaikan BBM sangat berdampak pada perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan jasa pengiriman ini. Namun demikian, pihaknya telah mengantisipasi terkait kondisi tersebut. ”Strategi sudah kita tata ulang, bagaimana memaksimalkan operasional, lalu memindahkan beberapa vendor yang tadinya sangat berdampak langsung dengan mata uang US dolar pada yang tidak terlalu berdampak, dan lain sebagainya,” papar Stefanus.

Terkait fluktuasi dan kenaikan BBM pihaknya mengaku siap untuk mengantisipasi. Bahkan bila tiap bulan terjadi perubahan harga, sudah ada strategi tertentu. Hanya saja, dengan fluktuasi tersebut, terjadi pelemahan ekonomi di sektor lain. ”Saat ini terjadi perlambatan ekonomi, dampaknya pada permintaan yang menurun. Pasar cenderung banyak wait and see. Jadi walaupun kita kasih harga murah, ya konsumen tetap tidak mau ambil, di sini susahnya,” ujarnya.

Selain itu, ucapnya, hingga saat ini masih banyak pemerintah yang belum berjalan. Sedangkan tak sedikit usaha yang bergantung maupun berhubungan dengan proyek-proyek pemerintah tersebut. ”Ya kalau belum berjalan, kita mau bikin rencana anggaran juga belum bisa,” ujarnya. ”Karena itu bagaimanapun dunia usaha butuh kepastian dari pemerintah, termasuk halnya dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan. Karena hal tersebut sangat berdampak pada perekomomian masyarakat,” tandasnya. (dna/smu/ce1)