Polisi Pakai Pelat Nomor Palsu

121
OPERASI SIMPATI: Pihak Yayasan Terang Bangsa saat membagikan nasi bungkus kepada petugas kepolisian lalu lintas di pos penjagaan, kawasan Simpang Lima, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
OPERASI SIMPATI: Pihak Yayasan Terang Bangsa saat membagikan nasi bungkus kepada petugas kepolisian lalu lintas di pos penjagaan, kawasan Simpang Lima, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
OPERASI SIMPATI: Pihak Yayasan Terang Bangsa saat membagikan nasi bungkus kepada petugas kepolisian lalu lintas di pos penjagaan, kawasan Simpang Lima, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polrestabes Semarang mulai menerapkan operasi simpati. Petugas lebih menekankan tindakan preventif atau pendekatan saat mendapati pelanggar. Selain merazia pengendara umum, juga dilakukan razia internal kepolisian. Ironisnya, masih ditemukan polisi yang menggunakan pelat nomor kendaraan palsu.

”Operasi simpati ini sebenarnya sudah kita lakukan sejak seminggu lalu. Konsepnya kita lebih mengutamakan pendekatan. Selain operasi, kita juga melakukan penyuluhan kepada pengendara, khususnya para pelajar dan sopir angkot,” terang Wakasatlantas Polrestabes Semarang Kompol Indra Waspada, di sela kegitan membagikan nasi bungkus kepada anggotanya, kemarin.

Untuk sopir angkot, pihaknya bekerja dengan Dinas Kesehatan dan Dishubkominfo Kota Semarang, dalam melakukan cek kesehatan. ”Kita juga lakukan cek kesehatan bagi sopir angkot,” terangnya.

Selain menertibkan pengendara umum, pihaknya juga menggelar operasi internal di lingkungan kepolisian. Pengecekan terkait kelengkapan kendaraan yang digunakan para polisi. ”Hasilnya, sebagian besar sudah baik. Tapi ada sebagian kecil belum tertib. Seperti memasang pelat tidak asli. Tidak sesuai dengan spek. Itu kita tilang juga, tapi yang menilang dari provos,” katanya. ”Memang pada intinya sebelum melakukan kegiatan di luar, harus melakukan pembenahan internal dulu,” tandasnya.

Aksi tersebut mendapat dukungan dari sejumlah kalangan masyarakat. Seperti yang dilakukan Yayasan Terang Bangsa, kemarin (8/4), yang menggelar aksi sosial membagikan nasi bungkus kepada polantas yang sedang bertugas di pos penjagaan. Aksi itu sebagai bentuk dukungan operasi simpati yang dilakukan polantas.

Koordinator, Samuel Purnomo mengatakan, ada sekitar 180 nasi bungkus yang dibagikan kepada polantas yang sedang bertugas di sejumlah titik pos penjagaan, seperti di Pospolantas kawasan Simpang Lima, Pandanaran, Tugu Muda, dan Polrestabes Semarang. ”Kami bersama rekan-rekan sangat mendukung kepolisian dalam melakukan operasi simpati. Harapan kami, kegiatan ini nantinya juga diikuti oleh komunitas otomotif atau komunitas lainnya sebagai wujud kerja sama yang baik antara pengguna jalan dan polisi lalu lintas,” ungkap Samuel yang juga Ketua Yayasan Terang Bangsa itu.

Aksi tersebut disambut baik oleh Wakasatlantas Polrestabes Semarang Kompol Indra Waspada. ”Kita juga membagikan sebanyak 780 nasi kotak yang kepada seluruh anggota Lantas Polrestabes Semarang dan anggota Polsek. Kita tidak ingin muncul pandangan menyuruh kerja anggota kita, tapi tidak ada perhatian. Operasi simpati, mari kita sama-sama memperhatikan juga anggota kita di lapangan,” ujarnya. (mha/zal/ce1)