KURANGI OMZET: Menindaklanjuti Peraturan Menteri Perdagangan tentang larangan penjualan minuman beralkohol di minimarket di Indonesia mulai 16 April mendatang, mulai kemarin Alfamart sudah menarik minuman-minuman tersebut dari display. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KURANGI OMZET: Menindaklanjuti Peraturan Menteri Perdagangan tentang larangan penjualan minuman beralkohol di minimarket di Indonesia mulai 16 April mendatang, mulai kemarin Alfamart sudah menarik minuman-minuman tersebut dari display. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
KURANGI OMZET: Menindaklanjuti Peraturan Menteri Perdagangan tentang larangan penjualan minuman beralkohol di minimarket di Indonesia mulai 16 April mendatang, mulai kemarin Alfamart sudah menarik minuman-minuman tersebut dari display. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Aturan pemerintah pusat melalui Menteri Perdagangan Nomor 6/M-DAG/PER/4/2015 tentang larangan penjualan minuman beralkohol di minimarket di Indonesia mulai 16 April mendatang, ditanggapi serius oleh Alfamart. Perusahaan ritel ini menarik semua mimunam berakohol golongan A dari semua cabang tokonya.

Area Menager Alfamart Semarang, Yogi Permana, mengatakan jika pihak manajemen telah melakukan penarikan sejak awal bulan April kemarin khusunya di toko Alfamart yang ada di Semarang dan beberapa kota lainnya seperti Pemalang, Demak dan Ungaran. “Awal bulan ini sudah mulai kami tarik, sebagai tindak lanjut dari aturan pemerintah pusat,” katanya, kemarin.

Dirinya mengaku menyayangkan keputusan pemerintah tersebut lantaran mengurangi omset. Menurutnya, penjualan minuman berakohol cukup berkontribusi pada pendapatan perusahaan. “Tetapi kita taat pada aturan pemerintah. Semua minuman berakohol yang sudah ditarik kami kembalikan ke distributor dan agennya,” ujarnya.

Space display bekas minuman berakohil itu sendiri yang saat ini kosong, rencanaya akan diganti dengan minumal lainnya. Walaupun begitu, dirinya berharap agar peraturan tersebut bisa dikaji ulang. Artinya minuman berakohol yang kurang dari 10 persen bisa dijual kembali di toko-toko ritel. “Harapannya, kalau yang tidak memabukkan atau di bawah 10 persen bisa dijual lagi untuk menambah omset pendapatan,” tandasnya.

Sementara kemarin, Alfamart menggelar seminar guru dengan tajuk ‘Strategi Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Sekolah’. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kota Semarang dan sebanyak 100 lebih guru berpartisipasi dalam seminar tersebut. Deputy Branch Manager Alfamart Semarang, Ikwan Ngabdi Raharjo mengatakan, diadakan seminar itu adalah salah satu upaya Alfamart ikut berperan membangun serta meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Kota Semarang. “Ini adalah wujud partisipasi dari kami untuk memajukan pendidikan beserta tenaga pengajarnya di Indonesia dan Kota Semarang,” ungkapnya. (den/smu)