Ekspor Karet PTPN IX Stabil

148

SEMARANG-Kendati nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah, alias naiknya dolar AS, ternyata tak cukup mempengaruhi pendapatan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX dari ekspor karet. Pasalnya, stok karet dunia melimpah sehingga harga stagnan.

“Karet memang masih menjadi komoditas utama yang dihasilkan PTPN IX. Target hingga akhir tahun 2015 ini, produksi karet ditargetkan 26 ribu ton. Sebanyak 85 persen di ekspor dalam bentuk bahan baku ke China, Singapura, Ukraina, Jepang, Rusia, Taiwan dan Amerika,” kata Direktur SDM dan Umum PTPN IX, Agus Hargianto, Rabu (8/4) kemarin.

Beberapa perusahaan ban besar yang kerap mengambil karet dari PTPN IX adalah Michelin, Bridgestone, Goodyear. Sedangkan untuk konsumsi dalam negeri masih kecil, lantaran tidak banyak perusahaan yang menggunakan bahan baku utama karet. “Paling banter, karet digunakan untuk campuran pembuatan sandal,” tandasnya.

Dijelaskan, di Indonesia tidak banyak perusahaan yang mengolah bahan baku karet mentah. Minimal perusahaan ban, sangat minim jumlahnya. Sedangkan PTPN IX selama bertahun-tahun lalu, hanya boleh bergerak di bagian hulu, sedangkan hilirnya dibuka lebar untuk swasta.

“Namun, baru beberapa tahun terakhir, BUMN diperbolehkan bergerak di bagian hilir. Sayangnya untuk bergerak di bagian hilir atau minimal membuat perusahaan ban, butuh investasi yang sangat besar,” tuturnya.

Karena itulah, meski pemerintah melarang ekspor bahan baku ke negara lain, tidak bisa serta merta dijalankan. Karena bagian hilir belum siap. Bahkan pihak swasta dalam negeri juga belum mampu memproduksi bahan baku karet dalam jumlah besar. “Mau tidak mau, kami tetap melakukan ekspor bahan baku ke berbagai negara,” tuturnya.

Sementara itu, terkait banyaknya lahan PTPN IX yang terkena proyek jalan tol turut mempengaruhi jumlah produksi karet. Lahan karet telah diambil alih untuk jalan tol Semarang-Bawen. Hal itu masih ditambah Bawen-Solo yang melewati 95 hektare lahan karet dan kopi di Kebun Ngobo Semarang. Bahkan, lahan karet 43 hektare juga digunakan untuk pembangunan Waduk Gondang Karanganyar.

“Namun hasil ganti untung dari penggunaan lahan PTPN IX untuk jalan tol, akan diganti dengan lahan baru yang saat ini masih dicarikan. Saat ini sudah melakukan survei lahan hutan di luar Jawa, di antaranya di Kalimantan dan Sumatra,” tuturnya. (ida)