SEMARANG – Bank Jateng tahun ini menargetkan penyaluran kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 18,6 persen dari total penyaluran kredit. Hal ini guna memenuhi kebijakan Bank Indonesia, yakni setiap bank harus menyalurkan kredit pada UMKM minimal 20 persen dari total penyaluran pada 2018 mendatang.

Direktur Pemasaran Bank Jateng, Agung Siswanto, mengatakan, target total kredit yang akan disalurkan Bank Jateng pada tahun ini mencapai Rp 29 triliun, dengan 18,6 persen di dalamnya disalurkan untuk kredit UMKM. “Hingga saat ini total sudah tersalurkan Rp 27 triliun, kurang Rp 2 triliun, sehingga kita optimistis target dapat terpenuhi. Kemudian dari Rp 27 triliun tersebut, Rp3 trilyun disalurkan ke UMKM,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Melihat kondisi tersebut, ia optimistis kebijakan dari Bank Indonesia (BI) yang mewajibkan seluruh perbankan untuk menyalurkan kredit kepada UMKM minimal 20 persen dari total penyaluran pada 2018 mendatang, akan tercapai. “Kita optimistis target tahun ini hingga tahun 2018 mendatang dapat terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, diakuinya, hingga saat ini porsi kredit terbesar masih berupa kredit konsumtif. Namun demikian, sesuai dengan anjuran pemerintah, pihaknya terus berupaya untuk menyalurkan kredit produktif.

“Kredit konsumtif sendiri, bila kita kupas di dalamnya sebetulnya ada yang berupa kredit produktif. Karena tidak sedikit juga PNS maupun pensiunan yang kredit, tapi mereka memiliki usaha dan dana dialirkan untuk usaha mereka. Sehingga masuk kategori produktif juga,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya terus mendorong pertumbuhan UMKM di Jateng. Tak hanya melalui pemberian kredit, namun juga dengan berbagai pembinaan lainnya. “Di Jateng sendiri, kami memiliki setidaknya seribu UMKM binaan,” katanya. (dna/smu)