Usulkan Coblos Gambar Partai

114

BALI – Selain mendukung penuh Megawati Soekarnoputri kembali menjadi Ketua Umum, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng membawa sejumlah aspirasi dalam Kongres IV PDIP. Di antaranya meminta kader parpol yang menjadi pejabat publik tetap dapat menjadi pengurus partai.

Usulan tersebut masuk menjadi salah satu sikap politik DPD PDIP Jateng yang dihasilkan dari sidang komisi. Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto mengatakan pihaknya meminta kader partai yang menjadi pejabat publik wajib dilindungi haknya untuk tetap dapat menjadi pengurus parpol. ”Pejabat publik yang dimaksud baik itu presiden, menteri, gubernur, bupati, dan wali kota,” kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini.

Usulan lain yang akan dibawa adalah meminta sistem perencanaan pembangunan nasional wajib memasukkan seluruh unsur masyarakat, termasuk parpol dalam keikutsertaan menentukan arah pembangunan nasional.

Selain itu Jateng juga mengusulkan UU pemilu periode depan dengan sistem coblos gambar partai, bukan caleg. ”Hal ini mengingat peserta pemilu legislatif adalah parpol,” ujarnya.

Jateng juga memberi penekanan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) partai. Di antaranya dengan melaksanakan pendidikan dan kaderisasi berjenjang kepada anggota, kader dan struktur partai. Untuk itu perlu dibuatkan database kader yang telah mengikuti pelatihan kaderisasi. Sehingga akan didapatkan jenjang kader yang pasti.

Kongres IV PDIP sendiri akan digelar di hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali. Pembukaan Kongres rencananya akan dilakukan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri pada Kamis (9/4) pagi. Sedangkan malam ini, Rabu (8/4) akan ada welcome dinner bagi seluruh peserta Kongres se-Indonesia.

Sementara itu DPD PDIP Jateng mendirikan posko Tegak Lurus Megawati di Jalan By Pass Ngurah Rai No 461, Suwung Batan Kendal, Denpasar. Bendahara DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng mengatakan posko didirikan untuk memudahkan koordinasi antar peserta Kongres. ”Posko ini dibuka dari 6-12 April untuk koordinasi. Sebab jika tidak ada koordinasi dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan,” katanya.

Menurutnya ada sekitar 4.000 kader PDIP se-Jateng yang datang ke Bali untuk meramaikan Kongres. Keberadaan posko menjadikan para kader memiliki jujukan, baik untuk makan minum ataupun beristirahat. (ric/zal/ce1)