Tunggu Surat Resmi dari Kementerian

147
Masdiana Safitri. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Masdiana Safitri. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Masdiana Safitri. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Meski Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menyatakan bahwa pemerintah daerah sudah kembali diizinkan menggelar kegiatan di hotel, tapi beberapa dinas di Kota Semarang belum berani bergerak. Mereka masih menunggu surat resmi dari kementerian sebagai lampu hijau.

Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Semarang Masdiana Safitri kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. Pihaknya mengaku belum berani menelan berita itu mentah-mentah.

“Memang sudah membaca berita dari beberapa media massa kalau pemerintah daerah sudah diizinkan menggelar meeting di hotel seperti dulu. Tapi kami masih menunggu izin remi secara tertulis dari kementerian. Apakah benar semua hotel atau ada syarat lainnya, semua belum jelas,” ungkapnya.

Secara pribadi, Masdiana mengaku sangat gembira atas keputusan regulasi lunak ini. Sebagai salah satu penggerak pariwisata, dirinya berharap dunia perhotelan bisa kembali moncer seperti dulu. “Ketika ada larangan PNS meeting di hotel, dunia perhotelan sempat meredup. Saya yakin mereka gelisah, tapi tidak bisa berkutik karena kementerian sudah menggedok palu,” paparnya.

Jika semua regulasi ini sudah jelas, pihaknya akan merangkul beberapa stakeholder di jagad pariwisata untuk kembali meramaikan perhotelan dengan mengundang wisatawan domestik menginap di Semarang.

Masdiana mengatakan, sudah ada agenda besar untuk menggaet wisatawan dalam waktu dekat ini. Seperti Travel Mart di Mal Paragon, Festival Banjir Kanal Barat, dan lain sebagainya.

“Kami akan menggandeng agensi wisata agar gelaran-gelaran tersebut punya efek domino. Jadi, bukan asal acara saja, tapi juga bisa mengembangkan industri pariwisata,” harapnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Semarang, Dedy Sumardi, menuturkan, meski goverment meeting sudah diperbolehkan digelar di hotel, tetap saja pesimistis jika MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) bisa berjaya seperti sedia kala. Setidaknya hingga akhir tahun ini.

“Budgeting dinas-dinas kan sudah dilakukan awal tahun kemarin. Artinya, sepanjang 2015, mereka tidak ada rencana untuk meeting di hotel. Meski ada, paling sifatnya spontanitas atau dadakan,” cetusnya. (amh/aro)