Sepi Pembeli, Kembali ke Pasar Lama

92
DARIPADA MERUGI : Sebagian pedagang Pasar Darurat memilih kembali berdagang ke Pasar Batang yang lama, lantaran sepi pembeli. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DARIPADA MERUGI : Sebagian pedagang Pasar Darurat memilih kembali berdagang ke Pasar Batang yang lama, lantaran sepi pembeli. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DARIPADA MERUGI : Sebagian pedagang Pasar Darurat memilih kembali berdagang ke Pasar Batang yang lama, lantaran sepi pembeli. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lantaran sepi, sejak sepekan terakhir, sejumlah pedagang Pasar Batang yang sudah dipindah ke Pasar Darurat, nekad kembali berjualan ke Pasar Batang yang sudah dikosongkan. Terutama pedagang sayur mayur, ikan segar, serta bumbu dapur. Mereka menempati areal di sebelah selatan rel kereta api serta sebagian dalam Pasar Batang yang berada di tepi jalan.

Adapun aktivitas para pedagang tersebut, hanya berlangsung pada pagi hari pukul 06.00 hingga pukul 13.00. Sebagian besar para pedagang, sudah mempunyai pelanggan tetap yang tidak mau berbelanja ke Pasar Darurat.

Rukayah, 32, warga Kelurahan Proyonanggan, Selasa (7/4) siang kemarin mengungkapkan bahwa letak Pasar Darurat terlalu jauh dari lokasi Pasar Batang yang lama. Menurutnya, transportasi angkutan umum juga tidak melalui Pasar Darurat, sehingga harus menyewa ojek jika pergi ke Pasar Darurat. “Pasar Darurat letaknya terlalu jauh, tidak ada angkutan umum yang kesana,” ungkap Rukayah.

Duryati, 41, pedagang ikan asap, asal Desa Klidang Lor juga mengatakan hal serupa. Sejak dirinya pindah ke Pasar Darurat, biaya transportasi menjadi mahal, karena harus bayar ojek dan sepi pembeli. Padahal sebagian besar pembeli berasal dari warga sekitar Pasar Batang.

“Di Pasar Darurat sepi tidak ada pembeli. Dari pada setiap hari merugi, kami kembali berdagang di Pasar Batang. Hasilnya lumayan karena pelanggan masih tetap kembali,” kata Duryati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Kabupaten Batang, Jamal Naser, menandaskan bahwa pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan tim penertiban dan penataan pedagang pasar. Jika pedagang kembali ke Pasar Batang, akan menganggu pembangunan Pasar Batang.

“Pedagang tidak boleh kembali berjualan ke Pasar Batang, karena akan mengganggu aktivitas pembangunan Pasar Batang yang tidak lama lagi akan dilakukan,” tandas Jamal. (thd/ida)