Saling Serobot demi Rp 600 Ribu

136
BANTUAN WARGA MISKIN: Antrean panjang pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Besar Johar Semarang, Selasa (7/4) kemarin. (Bawah) Seorang nenek digendong kerabatnya saat akan mencairkan dana PSKS. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTUAN WARGA MISKIN: Antrean panjang pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Besar Johar Semarang, Selasa (7/4) kemarin. (Bawah) Seorang nenek digendong kerabatnya saat akan mencairkan dana PSKS. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTUAN WARGA MISKIN: Antrean panjang pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Besar Johar Semarang, Selasa (7/4) kemarin. (Bawah) Seorang nenek digendong kerabatnya saat akan mencairkan dana PSKS. (FOTO-FOTO: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

ANTRI PSKS-ADIT (4)WEB

PURWODINATAN – Hari pertama pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Besar Johar Semarang, Selasa (7/4) kemarin, diwarnai antrean panjang. Antrean mengular mulai depan loket hingga ke area parkir. Sempat terjadi ketegangan saat ada warga yang tak sabar antre saling serobot tempat duduk antrean.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tak sedikit warga mengajak serta anaknya yang masih balita. Ada pula warga lanjut usia yang diantarkan kerabatnya untuk mendapatkan dana PSKS senilai Rp 600 ribu. Selama pencairan kemarin dijaga sejumlah anggota kepolisian dan TNI.

Suhartini, 48, warga Jagalan, Semarang Tengah, mengaku telah ikut mengantre sejak pukul 09.00 pagi, hingga menjelang sore hari. Menurutnya, antrean sangat lama, lantaran jadwal kelurahannya terpotong, dan dilanjutkan antrean kelurahan berikutnya.
”Kelurahan Jagalan jadwalnya pukul 09.00 sampai 11.00. Tapi kepotong waktu istirahat. Usai istirahat, antrean dari Kelurahan Jagalan yang belum selesai tidak dilanjutkan lagi. Tapi diteruskan warga dari kelurahan berikutnya. Jadi saya disuruh nunggu hingga kelurahan berikutnya selesai,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (7/4).

Hal sama diungkapkan Suminah, warga Gabahan, Semarang Tengah. Ia mengaku datang ke Kantor Pos Besar Johar sebelum jadwal kelurahannya melakukan pencairan. Sesuai jadwal, kelurahannya akan dilayani mulai pukul 12.00. Namun kemarin molor hingga pukul 13.00 lebih.

”Harusnya antrenya mulai pukul 12.00, tapi tadi molor. Akhirnya, sampai sore begini juga belum sampai depan. Ini saja harus desak-desakan mencari tempat duduk. Lihat saja yang ngantri berdiri cukup banyak, karena tidak dapat tempat duduk,” katanya.
Kepala Kantor Pos Besar Johar, Kiagus M. Amran, mengatakan, ada tiga cabang Kantor Pos di Kota Semarang yang melayani pencairan PSKS, yakni Kecamatan Semarang Tengah sebanyak 2.206 RTS, Tembalang 4.072 RTS, dan Genuk 2.754 RTS.

”Pencairan dana PSKS tahun ini untuk Kota Semarang totalnya mencapai 42.459 RTS, dengan dana mencapai Rp 25.475.400.000. Jumlah ini sama seperti tahun lalu sebanyak 42.459 RTS. Sedangkan pencairan kali ini masing-masing RTS mendapatkan Rp 600 ribu,” jelasnya.

Diakuinya, dana tersebut sebenarnya sudah masuk ke rekening pemilik kartu sejak 1 April tahun ini. Hanya saja, pencairan mulai bisa dilakukan serentak pada Selasa, (7/4) ini. Sedangkan, pencairan di Kantor Pos Besar Johar melakukan pelayanan meliputi warga Semarang Tengah, Utara dan Timur.

”Kalau wilayah lainnya pada masing-masing cabang Kantor Pos yang ditunjuk tadi. Kami sebelumnya juga sudah berkoordinasi dengan kelurahan dan camat terkait jadwal pencairan dana PSKS ini,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, di Kantor Pos Besar Johar telah dibuka 12 pelayanan yang terbagi dua loket, yakni di bagian depan dan belakang. Bahkan, pihaknya juga akan jemput bola dengan berkeliling dari rumah ke rumah bagi pemilik kartu yang jompo atau menderita sakit.

”Pihak keluarga bisa memberitahukan kepada kami. Nantinya ada petugas yang akan mengantar pencairan dana PSKS. Tapi, khusus yang jompo dan sakit saja, jadwalnya menyesuaikan,” pungkasnya. (mha/aro/ce1)