Polisi Punakawan Atur Lalulintas

187
TERTIB BERLALULINTAS : Tokoh Punawakan Semar, Petruk, Gareng dan Bagong menarik perhatian pengguna jalan di Kota Pekalongan. Mereka menyosialisasikan tertib berkendara dan lalulintas dalam Operasi Candi 2015. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTIB BERLALULINTAS : Tokoh Punawakan Semar, Petruk, Gareng dan Bagong menarik perhatian pengguna jalan di Kota Pekalongan. Mereka menyosialisasikan tertib berkendara dan lalulintas dalam Operasi Candi 2015. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERTIB BERLALULINTAS : Tokoh Punawakan Semar, Petruk, Gareng dan Bagong menarik perhatian pengguna jalan di Kota Pekalongan. Mereka menyosialisasikan tertib berkendara dan lalulintas dalam Operasi Candi 2015. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Semar turun langsung dari tempat bertapanya dan memerintahkan anak-anaknya, di antaranya Petruk, Gareng dan Bagong untuk mengatur lalulintas di jalan-jalan Kota Pekalongan. Adegan menarik tersebut tersaji dalam sosialisi Satlantas Polres Pekalongan Kota dalam Operasi Simpatik Candi 2015.

Keempat tokoh bijak dari pewayangan tersebut tidak turun sendiri di jalan raya. Mereka ternyata didampingi 18 bidadari yang diperankan Polwan, dalam menjalankan tugas. Mereka juga membagi-bagikan leaflet tentang berkendara yang benar, serta membetulkan pengendara motor yang tidak mengklikkan helm yang dikenakan.

Tidak sekedar mengatur lalulintas, para polisi punakawan tersebut juga menari luwes layaknya berada di panggung wayang orang. Iringan musik tembang Jawa dari becak, semakin membuat Semar, Petruk, Gareng dan Bagong asyik beraksi di jalanan.

Perempatan alun-alun di persimpangan Jalan Hasanudin, Hayam Wuruk, Dr Cipto dan Wahid Hasyim, menjadi lokasi awal tim dari Satlantas melakukan sosialisasi. Dibantu juga sebanyak 55 anggota lain yang turut turun dalam pelaksanaan sosialisai tersebut.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kasatlatas AKP Ady Pratikto mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan upayanya dalam menyukseskan Operasi Candi 2015. “Kami selain sosialisasi lalu lintas, juga ingin melestarikan budaya,” jelas Ady.

Menurutnya, membangun hidup disiplin perlu peran serta masyarakat. Terlebih, saat ini transportasi darat berkembang pesat. “Sangat butuh peran serta masyarakat,” lanjutnya.

Pihaknya berharap dengan pendekatan budaya yang lebih mengena, sehingga bisa menekan angka pelanggarann lalulintas di jalan raya Kota Pekalongan. Dipilihnya tokoh Punakawan di mitologi Pewayangan, karena keempat sosok tersebut adalah orang hebat tapi merakyat. Mereka juga sudah diterima oleh rakyat dengan gayanya yang unik dan lucu.

Selain sosialisasi tertib lalulintas dengan Punakawan, Satlantas Polres Pekalongan Kota juga membagikan paket sembako untuk tukang parkir. Hal tersebut sebagai wujud ungkapan terima kasih. Karena selama ini sudah dibantu dalam penertiban lalulintas di kawasannya.

“Kebetulan yang kami pilih adalah tukang parkir di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) di Jalan Sultan Agung dan Jalan Hasanudin. Setelah kami survei selama ini, mereka turut membantu kami dalam penerangan rambu lalulintas kepada pengendara,” ucapnya.
Selama ini, Kasatlantas juga mengungkapkan saat berdialog dengan tukang parkir, keinginan melanggar larang lalin malah datang dari masyarakat, karena kadang sulit diatur. “Makanya kami ingin peran serta juru parkir agar bisa membantu kami dalam penertiban lalulintas,” tandasnya. (han/ida)