Patung Warak Ngendog Taman Pandanaran Bakal Dipindah

184
(RADAR SEMARANG)
(RADAR SEMARANG)
(RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Masih banyak yang belum menyadari jika patung yang berdiri di Taman Pandanaran itu bukanlah sosok Warak. Menurut Budayawan Semarang Djawahir Muhammad, patung Warak Ngendog selalu disisipi telur di antara kedua kaki belakang, leher lurus ke atas, dan berkepala kambing.

”Kami, Jamaah Peduli Dugder merasa tidak nyaman dengan patung di Taman Pandanaran yang disebut sebaga Warak Ngendog. Dulu, pemerintah membuatnya tanpa koordinasi dengan budayawan sehingga terjadi kekeliruan,” ungkap Djawahir yang juga Ketua Jamaah Peduli Dugder.

Karena itu, Februari lalu, pihaknya mengirimkan surat kepada Wali Kota Semarang dan DPRD terkait permohonan pemindahan patung tersebut ke tempat lain. Sementara di Taman Pandanaran akan dibangun sosok Warak Ngendog yang asli.

Dikatakan Djawahir, wali kota telah menyetujui permintaan itu dan menggelar audiensi bersama budayawan dan pihak terkait lainnya pada Maret kemarin. ”Dalam audiensi itu, Pak Hendi (sapaan Hendrar Prihadi) setuju memindahkan patung yang berdiri sekarang ke kawasan Pecinan. Tapi pelaksanaannya menunggu anggaran perubahan,” ungkapnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Untuk pembangunan patung Warak Ngendog baru yang asli, menurut Djawahir akan digelontorkan dari APBD sebesar Rp 200 juta. Dia mengklaim pemindahan patung ini bukan untuk mencari proyek, tapi soal perjuangan meluruskan warisan budaya yang selama ini telah dibelokkan. ”Jika dibiarkan, generasi muda tahunya Warak Ngendog itu ya bentuknya seperti itu. Padahal itu salah. Warak Ngendog yang asli menyimpan filosofi yang mendalam soal karateristik orang Semarang. Yang jelas, kepalanya bukan Barongsai milik hewan mitologi Tiongkok,” tegasnya.

Selain patung, Djawahir juga ingin logo-logo yang mengatasnamakan Warak Ngendog seperti Semarang Great Sale (Semargres), Semarang Pesona Asia, dan lain sebagainya, diganti sesuai aslinya. ”Semoga tahun ini semua sudah diubah sesuai dengan aslinya. Kami juga sedang mempersiapkan seminar mengenai Warak Ngendog yang asli,” tandasnya. (amh/zal/ce1)