DENGARKAN KELUH KESAH WARGA: Bakal calon wakil wali kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat berbincang dengan salah seorang warga Tambaklorok. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DENGARKAN KELUH KESAH WARGA: Bakal calon wakil wali kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat berbincang dengan salah seorang warga Tambaklorok. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
DENGARKAN KELUH KESAH WARGA: Bakal calon wakil wali kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat berbincang dengan salah seorang warga Tambaklorok. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Kedatangan bakal calon wakil wali kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita ke perkampungan nelayan Tambaklorok, Minggu (5/4) menjadi ajang curhat warga. Selain mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus melambung, warga juga menginginkan jalan perkampungan yang selalu terendam rob agar ditinggikan.

Mbak Ita hadir di Tambaklorok untuk menggelar pasar murah dan pengobatan gratis bagi warga. Ketua Yayasan Semarang Waras Sejahtera (SWS) tersebut juga membagi-bagikan buku tulis kepada anak sekolah. Kegiatan tersebut disambut antusias warga. Sejumlah warga juga berkeluh kesah terkait kondisi Tambaklorok kepada Mbak Ita. Ngatimah, 30, warga RT 6 RW 14 mengatakan kondisi Tambaklorok selalu kebanjiran saat hujan mengguyur. Jalanan kampung pun becek dan mengganggu aktivitas warga. ”Saya berharap jalan kampung dibangun dan rumah warga diperhatikan karena selalu terendam banjir dan rob,” katanya.

Ngatimah yang memiliki 10 anak tersebut mengaku menderita dengan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang naik. Terlebih saat ini suaminya tidak mendapatkan hasil yang banyak saat melaut. ”Makanya saya sangat senang dengan adanya pasar murah ini karena bisa membeli beras, minyak dan gula dengan harga terjangkau,” katanya.

Wulyono, 54 warga RT 1 RW 14 juga menyatakan hal yang sama. Dirinya berharap agar pemerintah membangun jalan kampung. ”Warga akan sangat senang kalau jalan kampung dibangun. Sebab meski terus ditinggikan, 3-4 tahun kemudian akan terendam rob lagi,” ujarnya.

Mbak Ita mengaku senang jika pasar murah dan pengobatan gratis yang digelar bisa meringankan beban warga. Sebab sebagian besar warga kondisinya kurang mampu. Mereka bahkan tidak punya uang untuk berobat jika sakit. ”Saya dengar beberapa keluhan mereka. Meski sakit, tidak bisa membeli obat. Akhirnya mereka memilih menunggu ada pengobatan gratis seperti ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan pihaknya bekerja sama dengan sejumlah distributor sembako agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Sehingga paket sembako dapat dijual ke warga dengan harga yang terjangkau. Minggu kemarin, pihaknya membawa 400 paket sembako untuk pasar murah.

Terkait masalah rob dan banjir yang melanda warga Tambaklorok, dirinya mengungkapkan persoalan tersebut membutuhkan penanganan khusus. ”Kami siap bekerja sama dengan pemkot untuk mengatasinya. Karena tentunya tidak bisa ditangani seorang diri, perlu sinergi pihak terkait,” paparnya. (ric/zal/ce1)