Makin Sulit Cari Bibit Pesepakbola

183

SALATIGA—Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Cabang Salatiga, M Fathurrahman mengeluhkan sulitnya mencari bibit pemain sepakbola di Salatiga. Padahal, Salatiga dulu, pernah menjadi kiblat sepakbola di Jawa Tengah.

Pemain sekelas Bambang Pamungkas, Gendut Doni, Tugiyo dan terakhir kiper Timnas U-23, Rafi Murdiyanto ditelurkan dari Sekolah Sepakbola (SSB) di Salatiga. Seiring berjalannya waktu, kini SSB tersebut mulai ditinggalkan.

“Ada perubahan paradigma para orang tua. Yakni lebih memilih memberikan les tambahan kepada anak berupa les musik dan ketrampilan lainnya. Lantaran para orangtua sekarang, berpikir masa depan anaknya nanti,” jelas mantan pemain Persatuan Sepakbola Indonesia Salatiga (PSISA) tersebut.

Jika dahulu, setiap sore hari Lapangan Pancasila selalu penuh dengan kelompok-kelompok sepak bola, kini sudah sepi. Karena itu, katanya, sudah saatnya membangun kesadaran orang tua bahwa olahraga merupakan kebutuhan untuk menjadikan fisik serta tubuh anak-anaknya lebih sehat. Sehingga, para orang tua mau mendorong anaknya untuk melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. “Kesulitan mencari bibit unggul, tidak hanya di cabang sepakbola. Tapi hampir merata seluruh cabang olahraga,” terangnya.

Solusinya, harus ada kerjasama lebih jauh antara PSSI dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) terkait pendidikan sepakbola di sekolahan. Minimal, guru olahraga difokuskan menangani olahraga tertentu dengan tujuan yang jelas.

“Sebenarnya hal-hal yang sifatnya teknis bukan urusan PSSI. Tapi karena pertumbuhan bibit pemain sepakbola mengkhawatirkan, maka PSSI harus turun tangan dan ikut membantu pembentukan bibit unggul di Salatiga. Meski selama ini, baru dalam bentuk bantuan dana dan penyelenggaraan kompetisi,” tandasnya.

Dirinya berharap, dengan rencana pembangunan stadion mini di tiga tempat di Salatiga, dapat mengakomodasi bakat-bakat pemain sepakbola di Salatiga. “Hanya saja pemerintah masih kurang berani membangun proyek stadion tersebut,” katanya. (abd/ida)