Distribusi Tertutup Tabung Melon Sulit Terealisasi

142

SEMARANG – Rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang mendorong Pertamina melakukan distribusi tertutup untuk tabung melon atau epiji 3 kilogram dipertanyakan oleh beberapa pihak.

Kebijakan ini diambil dengan dalih agar penyaluran elpiji 3 kilogram bisa tepat sasaran. Lantaran banyaknya masyarakat yang tergolong mampu dan seharusnya menggunakan elpiji ukuran 12 kilogram malah berpindah ke tabung melon.

Menurut informasi yang dihimpun, nantinya penyaluran subsidi tabung ukuran 3 kilogram akan menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS) agar pendistribusian tabung gas hijau tersebut tepat sasaran. Sebagai pilot project, sistem itu akan dilakukan pada pertengahan 2015 nanti di beberapa provinsi yakni Bali, Bangka dan Batam.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Kota Semarang, Ngargono mengatakan, jika benar dilakukan, maka pemerintah akan mengalami kesulitan untuk melakukan pendataan pengguna tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. “Harusnya dari dulu sudah dilakukan saat masyarakat disuruh pindah dari minyak tanah ke gas. Kalau pendataan dilakukan sekarang jelas susah. Jika datanya tahun 2007 sekarang pasti sudah naik,” katanya, kemarin.

Dirinya pesimistis jika wacana akan berjalan, apalagi sudah banyak program pemerintah yang dilakukan nyatanya malah tidak tepat sasaran. Menurutnya, program distribusi tertutup yang direncanakan tentunya harus ada data yang valid agar penerimanya tepat sasaran. “Pasti sulit apalagi kalau diatur dengan kartu kendali. Tanpa kartu harganya jelas akan sama dengan nonsubsidi. Konsumsinya pun tidak bisa disamakan antarmasyarakat. Selain itu nasib para pedagang makanan dan pelaku UMKM yang menggunakan tabung 3 kilogram pasti juga terancam,” keluhnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Purbayu Budi Santosa, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang. Dirinya mengatakan jika kebijakan tersebut sama saja dengan menghapus subsidi elpiji 3 kilogram yang tentu akan menimbulkan berbagai polemik di masyarakat. “Kemungkinan tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Kartu-kartu yang lain saja banyak yang tidak tepat sasaran,” timpalnya.

Menurut dia, saat ini lebih baik pemerintah mengatur distirbusi elpiji ukuran 3 kilogram dengan melakukan pengawasan dan menjaga stok barang agar tidak terjadi kelangkaan. (den/smu)