Tunggu Surat Edaran Polwan Berjilbab

112

TEMANGGUNG- Polres Temanggung masih menunggu surat edaran formal yang mengatur kebijakan berjilbab bagi polwan. Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana mengatakan memang terdapat beberapa anggota polwan yang hendak mengenakan jilbab. Namun hingga saat ini belum mulai.
“Sudah kami sosialisasikan, namun masih tetap harus menunggu kebijakan formal dari pimpinan Polri,” ujarnya, kemarin.

Kebijakan ini, menurutnya, akan semakin menambah nilai plus. Pasalnya, dengan mengenakan jilbab, dapat mengurangi peluang terbukanya aurat para anggota polisi cantik ini. Tak hanya itu saja, dengan mengenakan jilbab, para anggota polwan dapat tetap menjalankan syariat meski tengah menjalankan tugasnya dalam mengayomi masyarakat.

“Polwan dapat tetap menjalankan syariatnya, meski berada di tengah masyarakat sebagai pengayom dan pelindung,” imbuhnya.

Ia berharap dengan adanya kebijakan ini, nantinya masyarakat akan semakin dekat dengan anggota polisi dalam segala hal karena Polri dan masyarakat meruapakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. “Harapan kami, dengan mengenakan jilbab, citra kepolisian akan semakin meningkat. Meski tetap, kami wajib menjalankan tugas seperti seharusnya, melayani masyarakat secara optimal,” tandasnya.

Seperti dikabarkan, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti telah menandatangani aturan tentang jilbab untuk polwan yang dituangkan dalam Surat Keputusan Kapolri Nomor:Kep/245/II/2015 tanggal 25 Maret 2015, tentang perubahan dari Skep Kapolri No.Pol:Skep/702/IX/2005
Sebelumnya, Skep/702/IX/2005 tanggal 30 September 2005 yang mengatur soal berjilbab hanya berlaku di Polda Aceh saja.DPR RI juga telah menyetujui untuk menyediakan anggaran sebesar Rp600 juta untuk mendukung pelaksanaan peraturan baru tersebut. (mg3/ton)