TEMANGGUNG—Memasuki hari keempat pencarian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan Zainuri Achmad, yang diduga tersesat saat mendaki gunung Sindoro, sejak Jumat (3/4) lalu. Meski begitu, Tim SAR mengklaim sudah menemukan beberapa benda yang diduga milik Achmad.

Anggota Tim Basarnas Semarang, Rindang Kristyanto mengatakan, pihaknya menemukan satu buah jam tangan (arloji) di sekitar lokasi penyisiran. Namun, ia belum bisa memastikan apakah jam tangan tersebut milik mahasiswa UIN Yogyakarta yang tersesat atau bukan.

“Hingga sore ini (kemarin sore), kami belum berhasil menemukan korban yang tersesat di gunung Sindoro. Lokasi penemuan jam tangan yang kemungkinan milik korban tersebut, berada di lokasi penyisiran, yakni dekat lembah Edelweis,” kata Rindang.

Selain menemukan jam tangan, Tim SAR Gabungan juga menemukan jejak kaki manusia yang juga diduga jejak kaki Achmad.

Pada pencarian di hari keempat kemarin, sedikitnya 60 personel gabungan dibantu komunitas pendaki dan masyarakat ikut mencari pendaki yang tersesat.

Tim gabungan terdiri atas Basarnas Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Kabupaten Temanggung, SAR Kabupaten Temanggung, SAR DIY, dan relawan.
Keenampuluh personel terbagi dalam tiga tim. Tim 1 beranggotakan 23 personel, menginap di pos 4 sekitar ketinggian 2.775 Mdpl. Mereka menyisir turun ke areal pencarian yang sudah ditentukan.

Tim 2 yang berjumlah 37 personel, menyisir mulai dari pos 3 atau di ketinggian sekitar 2.350 Mdpl. Mereka menyisir naik ke areal pencarian yang sudah ditentukan, yakni di sekitar ketinggian 2.450 Mdpl.

Sedangkan Tim 3 bertugas mengirim logistik ke SRU 1 dan SRU 2 yang sedang melakukan penyapuan. Dalam pencarian tersebut, Tim SAR Gabungan menggunakan teknik penyapuan secara open greet. Yakni, rescuer berjajar ke samping dengan jarak 2 sampai dengan 3 meter. Kemudian, berjalan sesuai dengan arah area pencarian yang sudah ditetapkan.

Rindang menambahkan, untuk mempermudah proses pencarian, pihaknya untuk sementara menutup jalur pendakian ke gunung Sindoro. Penutupan dilakukan agar proses pencarian korban tidak terganggu kegiatan lainnya.

Dikatakan, dalam proses pencarian tersebut, tim mengalami kendala. Yakni, kabut tebal yang menghambat proses pencarian. “Cuaca berkabut tebal, mengakibatkan jarak pandang terbatas. Ditambah lagi rapatnya hutan dan semak belukar di medan yang terjal juga mempersulit proses pencarian,” ujarnya. (mg3/isk)