Maya Masih Ragu untuk Nyalon

169
NOTE: TON, JIKA GAK ADA FOTO BAGUS, INI BISA JADI FOTO BESAR, AMBIL FOTO YANG EKSPRESIF. (RADAR KEDU)
NOTE: TON, JIKA GAK ADA FOTO BAGUS, INI BISA JADI FOTO BESAR, AMBIL FOTO YANG EKSPRESIF. (RADAR KEDU)
NOTE: TON, JIKA GAK ADA FOTO BAGUS, INI BISA JADI FOTO BESAR, AMBIL FOTO YANG EKSPRESIF. (RADAR KEDU)

“Saya masih fifty-fifty (antara maju dan tidak). Saya masih konsentrasi dengan pekerjaan masa akhir jabatan periode ini dulu.”

WONOSOBO–Penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati sudah mulai dilakukan oleh sejumlah partai politik (parpol). Yang menarik, selama proses pendaftaran dan penjaringan oleh beberapa parpol, tak terdengar Wabup Maya Rosida, ikut mendaftar.

Padahal, tokoh perempuan ini sudah lama digadang-gadang oleh publik Wonosobo untuk melanjutkan kepemimpinan Bupati Kholiq Arif. “Saya masih fifty-fifty (antara maju dan tidak). Saya masih konsentrasi dengan pekerjaan masa akhir jabatan periode ini dulu,” kata Maya Rosida kepada Jawa Pos Radar Kedu kemarin saat ditemui di kantornya.

Maya Rosida mengaku, hingga saat ini dirinya belum memastikan akan maju dalam pilkada. Namun, dari pernyataan yang disampaikan, ada kemungkinan Maya akan maju. Bahkan, dia menyebutkan akan memberikan simpulan pada pekan depan. “Menunggu seminggu lagi ya,” katanya.

Perempuan yang dua bulan lalu melepas status jandanya itu mengatakan, selama empat tahun lebih menjabat sebagai wakil bupati, ia sangat memahami masalah yang dihadapi Wonosobo. Dalam proses itu, Maya mengaku banyak belajar. Sekaligus, membantu Bupati Kholiq Arif dalam menjalankan tugas.

“Pak Bupati sudah lama menjabat, saya tentu banyak belajar, sekaligus membantu sebagai wakil bupati,” ujarnya.

Untuk itu, Maya mengaku dalam proses pilkada mendatang, ia sudah berbincang dengan pasangannya pada Pilkada 2010 lalu, Kholiq Arif. Namun, sejauh ini ia belum memastikan akan maju atau tidak. “Saya sudah sampaikan itu dengan Bapak (Bupati), hasilnya mungkin Minggu depan,” katanya.

Menurut Maya, jika ia maju pada pilkada mendatang, tak serta-merta harus maju sebagai calon bupati, jika ada orang lain yang lebih mumpuni.

Menurut Maya, untuk mengabdi kepada tanah kelahiran Wonosobo, bisa dengan berbagai cara. Tidak harus jadi bupati atau wakil bupati.

“Saya memahami jabatan ini sebagai sarana pengabdian saya terhadap Wonosobo tanah kelahiran saya. Mengabdi kepada daerah kan tidak harus menjadi bupati atau wakil bupati.”

Maya menyatakan, selama bekerja sebagai wakil bupati, ia cukup memahami masalah yang dihadapi Wonosobo. Ia juga mengaku memahami pondasi yang telah dibangun oleh Kholiq Arif selama 14 tahun memimpin Wonosobo.

“Pak Bupati sudah meletakkan dasar-dasar perencanaan sekaligus pembangunan di Wonosobo, ke depan siapapun yang memimpin tinggal melanjutkan karena perencanaan sudah bagus.” (ali/isk)