Mantan Striker PSIS Merasa Dijebak

140

KRAPYAK – Sidang atas terdakwa mantan striker PSIS era 1990-1991, Budiyono Sutikno atas kasus dugaan penipuan dengan korban Hayati Mulyani alias Yani kembali berlangsung dengan agenda pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (6/4).

Dalam pledoinya yang dibacakan oleh Penasehat Hukum terdakwa, Nugroho Budiantoro menyebutkan diantaranya berdasarkan pertimbangan keterangan saksi dalam persidangan dan barang bukti. Ia juga ingin klienya dibebaskan dari jeratan hukuman. Nugroho mengatakan, dari keterangan saksi Dina Nur Sari dianggap oleh klienya, bahwa saksi Dina yang mengenalkan klienya dengan korban namun saksi Dina juga yang melaporkan klienya ke polisi, sehingga klienya menganggap Dina yang menjebaknya atas perkara itu. “Terdakwa tidak keberatan dengan keterangan saksi Sri Mulyani (korban) dan Agung Junaidi (Xenna) tapi dari hasil sidang keterangan saksi Dina, klien kami sangat keberatan,” katanya. Sementara untuk barang bukti, lanjut Nugroho berupa kain putih (mori) dengan panjang sekitar 120 cm dan lebar 35 cm dianggap kurang tepat.

Nugroho mengatakan, dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memahami fakta-fakta dalam perkara ini dianggap Nugroho unsur-unsur tindak pidana 378 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan primer tentang penipuan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.“Maka kami mohon hakim yang mulia membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari tuntuan hukum,’kata Nugroho, di hadapan majelis hakim yang diketuai, Eka Saharta Winata Laksana.

Dia juga memohon agar majelis hakim mengabulkan pledoinya, ia melihat terdakwa mengaku terus terang atas kasus tersebut dan tidak menyulitkan persidangan. “Terdakwa adalah kepala keluarga yang mempunyai beban anak dan istri yang mempunyai beban nafkah, terdakwa juga merasa difitnah dan dizholimi,”ungkapnya.

Sebelumnya, JPU Yustiawati menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindakan pidana penipuan sebagaimana diatur dan diancam pasal 378 KUHP dan telah sesuai dengan dakwaannya. ”Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwad, Budiyono dengan pidana penjara selama 3 tahun dikurangi sepenuhnya dengan masa tahanan yang telah dijalani oleh terdakwa,” kata JPU. (bj/zal)