SIA-SIA: Bangunan SMPN 42 Semarang di Sendangmulyo, Tembalang yang mangkrak. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIA-SIA: Bangunan SMPN 42 Semarang di Sendangmulyo, Tembalang yang mangkrak. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIA-SIA: Bangunan SMPN 42 Semarang di Sendangmulyo, Tembalang yang mangkrak. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SENDANGMULYO – Mangkraknya pembangunan gedung SMP Negeri 42 Semarang yang diduga terindikasi korupsi mendapat sorotan DPRD Kota Semarang. Dewan meminta kontraktor atau rekanan pemenang tender proyek tersebut di-blacklist lantaran tidak bertanggung jawab.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengatakan, pembangunan gedung SMPN 42 Semarang tersebut sebenarnya sudah dianggarkan sejak 2 tahun lalu.

”Akan tetapi rekanan meninggalkan sebelum batas waktunya. Untuk itu kita minta evaluasi, apakah rekanan yang kurang bonafide atau anggaran yang kurang pas,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Anang meminta rekanan yang sudah mengerjakan untuk di-blacklist dan didenda. ”Jadi kita minta lelang kembali, uang jaminan rekanan sebelumnya tidak bisa diambil karena sudah di-blacklist,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, pembangunan gedung SMPN 42 direncanakan selesai 2015, dan tahun ini juga sudah bisa beroperasi. ”April ini kami masih ngebut LKPJ, nanti kita rencanakan Mei akan kita tanyakan ke Dinas Pendidikan Kota Semarang,” ucapnya.

Menurutnya, atas mangkraknya gedung yang dibangun kontraktor PT Sinar Cerah Sempurna tersebut, keuangan daerah tidak dirugikan. Hanya saja layanan masyarakat jadi tersendat. ”April ini sudah mulai dikerjakan lagi, nanti Mei, Juni dan Juli diagendakan selesai,” katanya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang, gedung SMPN 42 terdapat 8 ruang kelas di lantai 1 yang sudah selesai dibangun. Sebagian lantai sudah dikeramik warna putih, serta di salah satu ruang terdapat kursi dan meja cukup banyak. Di tengah bangunan terdapat gundukan seperti makam yang dipasang papan kayu bertuliskan: makam mbah semi. Instalasi listrik juga sudah dipersiapkan. Namun beberapa atap bangunan terlihat belum selesai digarap. (bj/aro/ce1)