Kampanye Tertib di Jalan, Bagikan Makanan dan Minuman

159

KENDAL – Jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Kendal memiliki cara unik untuk mengingatkan para pelanggar lalu lintas di jalanan. Salah satunya dengan memberikan makanan dan minuman kepada pelanggar pengendara roda dua. Setidaknya, ratusan pengendara kendaraan bermotor roda dua terjaring razia operasi simpatik yang digelar Senin (6/4) kemarin. Jika biasanya, saat operasi melakukan tindakan tilang, dalam operasi yang digelar di depan Pasar Kendal Permai, petugas justru memberikan makanan dan minuman kepada ratusan pengendara roda dua yang terjaring.

Kabag Ops Polres Kendal, Kompol Widada mengatakan, kegiatan operasi dengan memberikan makanan dan minuman sebagai upaya memberikan kesadaran masyarakat para pengguna jalan untuk lebih tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas. “Dengan sikap ramah dan memberikan makanan dan minuman, kami merasa akan lebih mengena ketika petugas memberikan nasihat,” katanya.

Makanan dan minuman yang diberikan berupa berupa roti dan air mineral kemasan. Dengan memberikan makanan dan minuman menurutnya masyarkaat akan lebih mengingat nasihat dari petugas satlantas. “Sehingga masyarakat tidak lagi mengulangi pelanggarannya,” imbuhnya.

Dari hasil kegiatan yang dilaklukan hampir selama satu minggu ini, rata-rata pelanggaran adalah berupa kelengkapan surat kendaraan. Yakni banyak masyarakat yang tidak melengkapi surat kendaraan berupa SIM dan STNK. “Tetap kami berikan surat bukti pelanggaran (tilang) kepada pelanggar. Tapi jika rumah dekat dan surat-suratnya lengkap, bisa diambil dan ditunjukkan kepada petugas,” tambahnya.

Operasi simpatik itu tidak hanya berlaku bagi para pengendara umum saja. pihaknya mengaku juga telah melakukan tindakan operasi kepada anggota kepolisian yang berada di jajaran Polres Kendal. “Sejauh ini tidak ada pelanggaran. Semoga dapat menjadi panutan disipilin berlalu lintas bagi para pengendara lainnya,” tambahnya.

Kasatlantas Polres Kendal, AKP Dedi Kasiyadi menambahkan, kegiatan operasi simpatik tidak hanya sebatas penindakan saat operasi berjalan. Akan tetapi untuk mengantisipasi tindak kejahatan. Yakni pihaknya memasang spanduk himbauan operasi Simpatik Candi dan penempatan personel di titik-titik black spot atau daerah rawan kecelakaan.

Spanduk dipasang di pusat keramaian agar masyarakat waspada akan bahaya begal. Spanduk bertuliskan tips-tips kepada masyarkaat agar waspada. Diantaranya agar menghindari jalan sepi dan gelap tapi memilih jalur ramai dan banyak lampu penerangan. Selain itu jangan bepergian larut malam sendiri. Jika terpaksa keluar, usahakan ada teman yang menemani. “Selain itu jika bepergian pada malam hari tentukan jalur aman dan usahakan mencari barengan dengan pengendara lain. Sebab sasaran begal adalah pengendara sendiri, dan jalur-jalur sepi,” katanya.

Sedangkan di titik-titik black spot atau daerah rawan kecelakaan pihaknya menempatkan dua personel yang siaga pada jam-jam padat pengendara yakni pagi dan sore hari. Ada empat titik, yakni Jalan lingkar Weleri, jalan raya Cepiring, jalan lingkar Kaliwungu dan Brangsong. (bud/fth)