BUKU AGAMA : Pelajar SMA menunjukkan lembaran Buku Agama Islam yang membahas mengenai Islam radikal. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUKU AGAMA : Pelajar SMA menunjukkan lembaran Buku Agama Islam yang membahas mengenai Islam radikal. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUKU AGAMA : Pelajar SMA menunjukkan lembaran Buku Agama Islam yang membahas mengenai Islam radikal. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Ribuan eksemplar buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas XI SMA/sederajat di Kabupaten Semarang ditarik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kabupaten Semarang. Pasalnya dalam buku tersebut ada sub pembahasan mengenai ajaran Islam radikal. Karena itu, para guru pendidikan Agama Islam diminta mencari literatur lain yang sesuai.

Materi buku pada Bab X Bangun dan Bangkitlah Wahai Pejuang Islam, pada subpembahasan mengenai tokoh-tokoh Pembaharuan Dunia Islam Masa Modern, disebutkan nama Muhammad bin Abdul Wahab. Materi tersebut dinilai menyesatkan yang dikhawatirkan akan mempengaruhi pendidikan para pelajar.

Menurut Kepala Bidang SMA/SMK Dinas P dan K Kabupaten Semarang, Taufikurrahman, pihaknya telah meminta seluruh sekolah baik negeri maupun swasta untuk menarik seluruh buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas XI SMA/sederajat dari para siswa. Buku-buku tersebut untuk sementara dikumpulkan di sekolah masing-masing.

“Kami telah mengirimkan surat edaran tertanggal 2 April kepada kepala SMA/SMK dan MA baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Semarang untuk penarikan buku tersebut,” kata Taufik, Senin (6/4) kemarin.

Dalam surat penarikan yang dikirim Dinas P dan K, juga dilampirkan fotokopi halaman 170 buku yang membahas tentang ajaran tauhid Muhammad bin Abdul Wahab yang dinilai vulgar dalam menjabarkan Islam radikal.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, bahwa materi buku yang dipersoalkan selama ini belum disampaikan kepada peserta didik. Materi tersebut masuk pada Bab X yang pembahasannya terkait tokoh pembaruan Islam ini. Guru diharapkan mencari buku literatur yang sesuai, khususnya guru di sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 seperti SMAN 1 Ungaran, SMAN 1 Ambarawa, SMAN 1 Tengaran dan SMA Islam Sudirman Ambarawa. Selain itu juga di SMK Widya Pradja Ungaran, SMK NU Ungaran, SMKN 1 Bawen, SMKN Tengaran dan SKM Telkom Tunas Harapan Tengaran.

Penarikan buku tersebut menurut Ketua Yayasan Pendidikan Assalamah, Ungaran, Husein Abdullah sangat tepat, sebab buku-buku tersebut berisi ajaran yang tidak tepat dengan Islam di negeri Indonesia ini. Ajaran tersebut sangat membahayakan bagi pelajar di Negara ini.

“Sekolah itu tempat menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik. Jika ada ajaran tersebut, sangat membahayakan. Saya minta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengevaluasi penyusunan buku-buku pelajaran. Jangan sampai persoalan tersebut terulang kembali,” ungkap Husein. (tyo/ida)