KHUSYUK: Ribuan siswa SMA di Salatiga menggelar doa bersama jelang UN, kemarin. (MUNIR ABDILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHUSYUK: Ribuan siswa SMA di Salatiga menggelar doa bersama jelang UN, kemarin. (MUNIR ABDILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHUSYUK: Ribuan siswa SMA di Salatiga menggelar doa bersama jelang UN, kemarin. (MUNIR ABDILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Ribuan siswa SMA, SMK dan MA di Salatiga gelar doa bersama di Masjid Darul Amal Pancasilam, kemarin (5/4). Doa ini dilakukan menyambut Ujian Nasional (UN) agar mereka bisa sukses dan UN berjalan lancar. Selain itu, siswa juga menyantuni puluhan anak yatim.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Salatiga Gati Setiti mengatakan, doa bersama diikuti kurang lebih 4.600 siswa. Dengan rincian 9 SMA, 19 SMK dan 1 MAN. Selain itu juga melibatkan seluruh kepala sekolah. Kegiatan diharapkan menambah spiritual siswa-siswi SMA sederajat. Selain berusaha harus ada semangat untuk berdoa. “Kami berharap anak-anak bisa diberikan kelancaran dan kesehatan saat UN nanti. Sekaligus mengajak kepala sekolah, agar fokus sebentar dalam membimbing anak-anaknya menghadapi UN yang akan digelar dalam waktu dekat ini,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, untuk pelaksanaan ujian online ada tiga sekolah yang sudah siap. Yakni SMA Negeri 1, SMK 2 dan SMK 3. Untuk prasarana telah disiapkan yakni 100 komputer yang nanti akan digunakan secara bergantian. Ia tidak menampik, jika sistem ujian online lebih efesien. Tapi karena kesiapan beberapa sekolah dan mental para peserta didik belum siap, maka diurungkan. “Kami sudah menyiapkan semuanya. Siswa tinggal belajar dan masuk ujian. Meskipun, UN bukan sebagai standar kelulusan. Tapi untuk memasuki perguruan tinggi. Tetap kami berharap agar para siswa tetap serius menjalani UN,” imbuhnya.

Seorang siswi, SMAN 3 Salatiga, Sevi, 17, berharap, dengan doa bersama ia dan temannya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Saat ini ia mengaku sudah melakukan try out sebanyak 3 kali. Dan sudah siap menghadapi ujian. “Setelah berusaha kami akan berdoa semoga hasilnya seperti yang diharapkan. Yang penting tugas kami saat ini adalah belajar, agar dapat membahagiakan orang tua dengan nilai yang baik,” pungkasnya. (abd/fth)