Ketua DPC Ditahan, Pengurus Tetap Loyal

229

PURWOREJO—Sejumlah kader dan fungsionaris DPC PDIP Purworejo menggelar aksi keprihatinan, terkait ditahannya Ketua Fraksi PDIP DPRD Purworejo Prabowo oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Prabowo yang juga bendahara DPC ini diduga terlibat dalam kasus korupsi dana bantuan politik tahun 2010 sampai 2014. Selain Prabowo, Kejari juga telah menahan Ketua DPC PDIP Purworejo Luhur Pambudi dalam kasus yang sama.

Fungsionaris DPC PDIP Purworejo Widagdo menjelaskan, DPC akan melakukan perlawanan jika tuduhan korupsi itu ternyata tidak benar. “Tapi jika untuk kebaikan kami mendukung pemberantasan korupsi,” kata Widagdo yang berkeyakinan bahwa Luhur Pambudi dan Prabowo tidak melakukan korupsi.

Ia menjelaskan, ada pihak-pihak yang sengaja memecah PDIP dengan merekayasa kasus ini. Para pengurus tetap loyal dengan hasil konfercab 2015 yang menetapkan Luhur sebagai ketua DPC.

Penahanan Luhur Pambudi juga menyebabkan adanya perubahan dalam DPRD Purworejo. Jabatan Ketua DPRD yang dijabat Luhur, untuk sementara dialihkan kepada Munawir selaku Plt Ketua DPRD.

“Dalam peraturan disebutkan, jika Ketua DPRD berhalangan, maka pimpinan mengadakan rapat untuk menunjuk Plt. Para pimpinan kemudian menyepakati saya sebagai Plt,” kata Munawir.

Menurut Munawir, masa kerja sebagai Plt berlaku selama 29 hari. Setelah itu partai harus mengajukan anggota DPRD untuk menggantikan sebagai ketua. “Setelah masa Plt habis, partai harus mengajukan nama untuk menjadi Plt hingga proses hukum yang dijalani ketua DPRD in kracht. Setelah in kracht baru ditetapkan sebagai ketua,” jelas Munawir yang berasal dari Fraksi Partai Golkar ini.