Kartu Nelayan Belum Optimal

102

MUGASSAARI – Memperingati Hari Nelayan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip menggelar aksi peduli nelayan, di Jalan Pahlawan, Minggu (5/4) pagi kemarin.

Mahasiswa mengajak warga Semarang untuk peduli kepada nelayan dengan membubuhkan tanda tangan pada kain putih sebagai simbol. Aksi ini dilakukan mengingat banyaknya permasalahan yang dihadapi nelayan Jawa Tengah. Seperti peraturan menteri tentang pelarangan penggunaan cantrang yang berdampak pada banyaknya kerugian nelayan. Selain itu, tidak berjalannya upaya pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan nelayan dengan memberikan kartu nelayan. Sebuah kartu yang dijanjikan akan mempermudah nelayan untuk memperoleh subsidi bahan bakar minyak, solar.

Musyafirin, koordinator aksi mengungkapkan, berdasar survei yang dilakukan, kartu nelayan yang telah dijanjikan pemerintah daerah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa kemudahan yang dijanjikan belum dapat dirasakan secara maksimal oleh para nelayan. ”Ketika kita tinjau ke nelayan Tambaklorok, ternyata ada beberapa yang belum mendapat kartu nelayan. Dan untuk yang mendapatkan, juga belum dapat digunakan secara maksimal,” ungkap Firin.

Para mahasiswa menyampaikan beberapa solusi kepada pemerintah dalam orasinya. Mereka tidak sepenuhnya menolak pelarangan penggunaan cantrang. Menurut mereka, cantrang (bukan yang modifikasi) tetap boleh digunakan, tetapi pada zona tertentu di mana tidak merusak terumbu karang. Solusi yang mereka sebut dengan zonasi. Sedangkan untuk pembagian kartu nelayan, mereka mengusulkan untuk kembali melakukan checking, apakah pembagian kartu nelayan sudah tepat sasaran. Dalam aksi ini mereka berharap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengkaji kembali kebijakan yang diambil, dan mengingat janji yang pernah diberikan pada nelayan dalam hal kartu nelayan. (mg23/zal/ce1)

Silakan beri komentar.