BAHAYA : Jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Pakis ini ambrol setelah diterjang banjir bandang, akhir pekan lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Pakis ini ambrol setelah diterjang banjir bandang, akhir pekan lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Pakis ini ambrol setelah diterjang banjir bandang, akhir pekan lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Bencana banjir bandang terjadi di Dusun Mbujet Desa Jambewangi Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang akhir pekan lalu. Selain mengakibatkan jembatan penghubung desa ambrol, seorang pembonceng motor tewas terseret derasnya arus sungai Kali Biru.

Korban tewas diketahui bernama Ngatinem, 35, warga Dusun Denokan Desa Jambewangi Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Dia terseret arus deras sejauh kurang lebih satu kilometer.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, bencana terjadi sekitar pukul 17.30 sore. Saat itu, Ngatinem bersama suaminya Suradi, 45, hendak pulang dari berkebun. Cuaca hujan sangat deras.

Saat melintasi jembatan di Dusun Mbujet, tiba-tiba badan jembatan ambrol dan menyeret masuk motor AA 6723 ZK. Pasangan suami istri itu sempat bergelantungan di fondasi jembatan.

Kondisi air yang sangat deras membuat Suradi tidak bisa menolong istrinya. ”Suaminya bergelantungan sehingga tidak bisa menyelamatkan istrinya,” kata Subadi, 46, kerabat korban.

Suradi kemudian bisa naik ke atas jembatan dan dievakuasi warga. Adapun Ngatinem terbawa arus dan hanyut ke hilir bersama kendaraannya.

Menurut Subadi, korban ditemukan dua jam berikutnya. Warga mengevakuasi jenazah yang tersangkut di batang bambu. ”Kondisi jenazah sudah tidak mengenakan pakaian,” kata dia.

Dari hasil visum dokter, korban mengalami luka sobek di dahi dan luka memar di kepala bagian belakang. Kemungkinan besar kepalanya terbentur batu. Korban kemudian disemayamkan di Masjid Asy-Syafii Dusun Denokan sebelum dimakamkan di TPU Denokan.

Salah satu saksi mata Sri Rejeki mengatakan, pasangan suami istri Suraji dan Ngatinem mengendarai motor bersama sejumlah motor lainnya dari sawah. Sepeda motor lainnya melintas jembatan Kali Biru dengan selamat. Namun saat Suraji dan Ngateim melintas, badan jembatan tiba-tiba ambles di bagian tengah.

“Ada beberapa sepeda motor yang berjalan beriringan. Sepeda motor Suraji dan istrinya yang paling belakang. Beberapa saat sebelumnya juga ada mobil merah yang melintas. Mereka selamat karena jembatan belum ambles,” kata Sri Rejeki.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi terkait bencana tersebut. Korban akan mendapatkan santunan dan jembatan akan segera diperbaiki.

Zaenal menduga jembatan ambrol karena fondasinya tergerus air. Apalagi, jembatan itu dibangun sejak puluhan tahun silam. (vie/ton)