Dua Rumah Tertimbun Longsor

183

WONOSOBO – Bencana tanah longsor kembali terjadi, kali ini menimpa dua rumah warga Dusun Petir, Desa Limbangan, Kecamatan Watumalang. Dua rumah milik Ny Suwanto, 50, dan Marsito, 60, rusak parah akibat terkena longsor dari tebing di belakang rumahnya. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

Menurut Sekretaris Camat Watumalang Haryono Agus, saat itu hampir sehari penuh terjadi hujan lebat. Tebing tinggi yang berada di belakang rumah, sekitar pukul 02.00 longsor kemudian menghantam bangunan bagian belakang serta kandang ternak.
“Tidak ada korban jiwa, karena pemilik rumah langsung menyelamatkan diri,” katanya.

Dari musibah tersebut, diperkirakan kerugian materi mencapai sekitar Rp 56 juta. “Kerusakan bangunan pada kedua rumah, serta perabotan rumah tangga yang rusak akibat tertimbung longsoran tanah cukup besar nilainya”, ungkap Haryono.

Dijelaskan, rumah milik Ny Suwanto rusak lebih parah sehingga diperkirakan kerugian materiil sekitar Rp 29.500.000. Sementara rumah milik Marsito mengalami kerusakan di ruang dapur, kamar mandi dan kandang ternak, kerugian mencapai Rp 26.500.000.
“Kami sudah gerak cepat melakukan koordinasi dengan warga, sekaligus dengan Pemkab,” paparnya.

Selain mengajak warga membersihkan longsoran tanah, warga sekitar juga membantu mengevakuasi peralatan rumah tangga yang masih bisa diselamatkan. ”Rencananya, warga juga akan swadaya memperbaiki kedua rumah milik buruh tani harian tersebut secepatnya”, kata Haryono.

Untuk keperluan pembangunan rumah itu sendiri, Haryono juga mengaku telah mengirimkan surat kepada bupati dan dinas/instansi terkait agar diberikan bantuan seperlunya.

Pada hari yang sama pula, satu rumah di Dusun Lemiring, Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah, hangus terbakar. Dari keterangan Camat Mojotengah, Satriyatmo, rumah milik Supriyadi, 28, itu terbakar akibat terjadinya hubungan arus pendek listrik ketika rumah tengah ditinggal penghuninya berbelanja ke warung.

“Upaya pemadaman dan evakuasi barang-barang berharga dilakukan warga setempat secara gotong royong,” kata Satriyatmo. (ali/lis)