DIALOG : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat berdialog dengan penghuni rusun di Pekalongan. (Hanafi/jawa pos radar semarang)
DIALOG : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat berdialog dengan penghuni rusun di Pekalongan. (Hanafi/jawa pos radar semarang)

PEKALONGAN – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono akan menurunkan uang muka atau down payment (DP) kredit kepemilikan rumah menjadi hanya 1 persen dari harga. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke Kota Pekalongan, kemarin.

Namun sayangnya kebijakan DP 1 persen masih berupa wacana. Karena Real Estate Indonesia (REI) belum menerima SK resminya. “REI masih belum menerima SK Menterinya, jadi kami rasa masih berupa wacana,” ucap Ketua REI Karesidenan Pekalongan, Ricsa Mangkula saat dihubungi Radar Semarang, Minggu (5/4). “Namun jika memang benar, kemudahan fasilitas ini sangat ditunggu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dan tentunya sangat bagus,” ujarnya lagi.

Untuk memastikannya, pada hari ini, Senin (6/4), REI Pekalongan akan segera berkoordinasi dengan DPP REI pusat. “Jika memang benar, maka akan segera kita tindaklanjuti ke anggota,” kata Ricsa. Adanya pernyataan Menteri terkait DP 1 persen terucap saat dialog dengan penghuni rusunawa Slamaran di Kecamatan Pekalongan Utara dan lokasi pembangunan rusunawa Kuripan, Pekalongan Selatan, Rabu (1/4).

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pekalongan Marsudi Ismanto. Menteri Basuki menuturkan, saat ini Pemerintah melalui Kementerian sedang memprogramkan pembangunan 1 juta unit rumah, apakah itu berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) ataupun rumah tapak di seluruh Indonesia.

“Saat ini dua tower rusunawa di Kuripan Pekalongan sedang dibangun. Kalau lahan ada kita akan coba bangun lagi di perkampungan nelayan, 2015 ini akan dibangun 1 juta unit rumah apakah itu rusunawa ataupun rumah tapak dan beberapa diantaranya di Pekalongan,” ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan penghuni rusunawa yang menginginkan fasilitasi pemerintah untuk penghuni yang kondisi ekonominya meningkat dan menginginkan untuk membeli rumah, Basuki menawarkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan gaji antara Rp 4 juta sampai Rp 7 juta bisa rusunami (rumah susun sederhana milik). Sedang yang penghasilannya di bawah Rp 4 juta bisa ke rumah tapak.

“Sedangkan untuk uang mukanya atau DP sekarang jadi satu persen dari harga. Kalau masih kurang lagi, mereka juga dibantu subsidi uang muka sebesar Rp 4 juta dan juga bunga untuk cicilan hanya 5 persen,” tegasnya saat itu.

Di rusunawa Slamaran, Basuki melihat kondisi bangunan yang terdiri dari 3 twin block dengan jumlah 96 unit tipe 21 per twin block nya. Saat ini jumlah penghuni yang menempati rusunawa tersebut sebanyak 216 kepala keluarga, sewanya sendiri untuk lantai 1 adalah Rp 152 ribu, lantai 2 Rp 110 ribu 000 dan lantai 3 sebesar Rp 100 ribu per bulannya. (han/ric)