Disdik Evaluasi Kerusakan Sistem

191

TEMANGGUNG- Penyelenggaraan tes ujicoba ujian nasional (unas) online akan dievaluasi. Berbagai hasil temuan berupa kendala selama pelaksanaan akan segera dirinci untuk dilaporkan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dekmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Temanggung, Fadholi menanggapi pemberitaan mengenai kerusakan sistem yang terjadi selama pelaksanaan tes ujicoba unas online pada hari pertama. “Akan kami evaluasi terlebih dahulu, baru nanti kami sampaikan ke pusat,” katanya.

Beberapa sekolah mengaku mendapatkan kendala terkait penyelenggaraan uji coba. Namun Disdik belum mengetahui sejauh apa kendala yang ada, serta berapa sekolah yang mengalaminya.

Lanjutnya, secara umum lima sekolah yang dipilih, telah siap menggelar unas online yang digelar pada 13 hingga 16 April 2015 mendatang. “Masih ada satu kesempatan uji coba, yakni tanggal 6 April, semoga semua berjalan lancar,” harapnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa terganggunya server atau penyedia layanan internet pusat menyebabkan para siswa yang mengikuti ujicoba penyelenggaraan unas online pada hari pertama di Temanggung mendapat kendala cukup berarti. Akibatnya, para peserta tersebut tidak dapat melakukan proses sinkronisasi pada komputer masing-masing. Bahkan, tes uji coba pada Rabu (1/4) lalu bisa dikatakan gagal total.

Kepala SMK 17 Temanggung, salah satu peserta unas online, Susi Bintoro mengatakan, kerusakan pertama kali terlihat pada pukul 07.30. Sebenarnya, persiapan awal sudah ditempuh sedemikian rupa, namun kendala justru datang tanpa diduga dan berasal dari server pusat.
“Kami sudah menginstal aplikasi unas, tapi tetap tidak bisa dibuka,” keluhnya.

Lanjutnya, server baru bisa dibuka setelah menunggu sampai pukul 13.00, atau molor hingga lima setengah jam lamanya. Imbasnya, para peserta harus rela mengakhiri tes uji coba hingga sore hari. Ia menambahkan, kerusakan sistem atau eror ini terjadi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang masuk pada zona II.

“Kalau seperti ini tidak cepat ditangani, maka akan sangat berbahaya dan mengganggu penyelenggaraan unas online. Lebih jauh akibatnya, para peserta akan sangat terganggu dan mudah kehilangan konsentrasi,” imbuhnya. Ia berharap, ke depan agar semua pihak mempersiapkan teknis semaksimal mungkin, seperti PLN, Puspendik, dan Telkom.

Kasus serupa ternyata juga menimpa SMK Swadaya, peserta unas online lainnya. Bahkan, gangguan yang diterima sekolah ini lebih parah dari SMK 17.

Menurut Kepala SMK Swadaya, Muhasyim, sistem layanan pusat baru dapat dibuka setelah melewati batas 1×24 jam, atau selang sehari. Tepatnya Kamis (2/4) pada pukul 10.00.

“Semoga anak didik kami masih menjaga konsistensinya hingga hari H penyelenggaraan tiba, tanggal 13 hingga 16 April mendatang. Gangguan seperti ini wajib ditanggulangi sedari dini,” harapnya. (mg3/ton)