BERISIKO TINGGI : Pemeriksaan HIV/AIDS kepada PSK dan ibu rumah tangga yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang beberapa waktu lalu. Hasil tes menunjukkan 5 ibu hamil dan 70 ibu rumah tangga positif HIV. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
BERISIKO TINGGI : Pemeriksaan HIV/AIDS kepada PSK dan ibu rumah tangga yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang beberapa waktu lalu. Hasil tes menunjukkan 5 ibu hamil dan 70 ibu rumah tangga positif HIV. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
BERISIKO TINGGI : Pemeriksaan HIV/AIDS kepada PSK dan ibu rumah tangga yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang beberapa waktu lalu. Hasil tes menunjukkan 5 ibu hamil dan 70 ibu rumah tangga positif HIV. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG- Sebanyak 5 ibu hamil dan 70 ibu rumah tangga di Batang diketahui mengidap HIV. Jumlah penderita tersebut terdata dari pemeriksaan fisik HIV/AIDS yang dilakukan Dinas Kesehatan Batang pada bulan Februari hingga akhir Maret 2015.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Agus Dwi mengungkapkan bahwa 5 ibu hamil yang terkena HIV tersebut ditemukan melalui klinik VCT Puskesmas Bandar I dan Puskesmas Gringsing. Menurutnya kelima ibu hamil tersebut positif HIV. Usia kandungan mereka rata-rata di atas tiga bulan, dan bahkan ada yang sampai melahirkan.

”Para ibu hamil tersebut diduga ditulari oleh suami yang sudah tertular HIV terlebih dahulu. Ada yang kemungkinan melakukan hubungan seks tidak dengan suami saja, serta ada juga dugaan perempuan yang menjadi wanita pekerja seks (WPS),” ungkap Agus.
Agus juga mengatakan jika usia kandungan kurang dari enam bulan, penderita diberikan obat anti retrivoral (ARV), dimungkinkan melahirkan tanpa operasi caesar. Tapi ternyata usia kandungannya lebih dari enam bulan, maka diperlukan operasi caesar.

Sebelumnya Dias Kesehatan melakukan tes fisik HIV/AIDS terhadap 650 warga yang terdiri dari Pekerja Seks Komersial (PSK) dan sopir truk yang mangkal di di Petamanan Banyuputih, Penundan dan Luwes, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Menurutnya, selama bulan, yaitu Januari hingga Maret 2015 tercatat sudah ada penemuan 27 penderita HIV baru, di luar kasus lima ibu hamil. Untuk Januari ada 7 kasus penemuan, dan Februari Maret 20 kasus. ”Selama Januari hingga Maret juga sudah ada delapan ibu rumah tangga yang terkena HIV, dan tidak termasuk penemuan lima ibu hamil. Jika di total, selama 2007 sampai 2015, penemuan ibu rumah tangga yang terkena HIV sudah mencapai 70 orang,” kata Agus.

Agus juga menjelaskan untuk ibu hamil pada fase awal, seperti pada bulan pertama diharapkan bisa mengikuti tes HIV/AIDS. Menurutnya jika terdeteksi positif, maka dapat segera mengakses pengobatan minimal enam bulan. Sehingga diharapkan bayinya bisa terhindar dari penyakit HIV/AIDS tersebut. Namun kalau terdeteksi di atas kehamilan tiga bulan dan tidak diobati, risiko sang anak tertular menjadi lebih besar.

”Selama ini, tes HIV/AIDS lebih banyak diikuti kalangan ibu rumah tangga sehingga yang penemuan yang banyak terjadi juga pada mereka, tapi banyak suami yang belum terdeteksi, karena mereka tidak mau mengikuti tes HIV/AIDS,” jelas Agus. (thd/ric)