Perlu Pengaturan Air Waduk Kedung Ombo

130

SALATIGA- Mendapat keluhan dari warga Purwodadi terkait pengairan irigasi Waduk Kedung Ombo, jajaran Korem 074/Makutarama mengadakan rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten di Makorem 073/Makutarama, Salatiga kemarin. Pasalnya, sudah sejak lama masyarakat mengeluhkan pengairan dari Kedung Ombo hanya melewati daerah Purwodadi, tanpa memberikan suplai air ke sawah-sawah masyarakat. Padahal jalur irigasi Kedung Ombo sering menyebabkan banjir.

Danrem 073/Makutarama Kol (Kav) Bueng Wardadi mengatakan, perlu adanya pengaturan air di Waduk Kedung Ombo yang selama ini mengairi wilayah Kudus, Demak, Jepara, dan Pati. Karena ada keluhan dari masyarakat Purwodadi kalau mereka hanya dilewati aliran air dari Kedung Ombo. Padahal menurut laporan dari anggotanya, sungai tersebut sering menyebabkan banjir.

Karena itu, pihaknya mengumpulkan dinas-dinas terkait untuk meminta agar pengaturan air lebih diseimbangkan. Hal itu dilakukan terkait kerjasama antara TNI dengan pemerintah dalam program swasembada pangan. Sebab, dunia pertanian tidak hanya bibit dan sawah, tapi juga pengairan sangat penting. Tanpa ketersediaan air, padi dan tanaman lain tidak akan tumbuh subur. Apalagi setelah ini akan memasuki musim kemarau. Kebutuhan air petani harus segera dipikirkan.

“Kami berharap ketersediaan air segera dipikirkan. Agar nanti ketika musim kemarau datang tidak merugikan para petani. Sehingga target yang telah dicanangkan bisa tercapai,” harapnya.

Kepala Subdinas Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Jateng, Nuswantoro, mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot pertanian di Jateng. Target tahun ini, sebanyak 1,2 juta ton dengan luas lahan 1 juta hektare.

“Kami dan TNI akan terus bekerjasama dalam meningkatkan hasil pertanian di Jawa Tengah. Diharapkan dengan pertemuan ini bisa menyelesaikan permasalahan masyarakat di Purwodadi,” katanya.

Iriandi, Kabid Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (BJPA), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mengatakan, jika volume air di Kedung Ombo saat normal mencapai 690 juta m3. Jika musim kering 517 juta m3, sehingga nantinya perlu kajian lebih lanjut terkait irigasi di Purwodadi agar tidak hanya mendapatkan banjir saja.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah, agar nanti masyarakat Purwodadi bisa dipikirkan. Karena masalah ini juga terkait dengan pertanian di Purwodadi,” ujarnya. (abd/aro)