Pedagang Khawatir Pembeli Turun

154

TEMANGGUNG– Sejumlah pemilik pangkalan gas elpiji di Temanggung mengeluhkan kenaikan harga elpiji tabung biru 12 kilogram. Menurut pengakuan mereka, kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram berkisar mulai Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per tabung.

Suwanto, 45, pemilik pangkalan elpiji di wilayah kota Temanggung mengaku kenaikan ini bermula sejak hari Kamis (2/4) lalu. Sebelumnya gas elpiji hanya dijual pada kisaran Rp137 ribu hingga Rp140 ribu saja, kini menembus angka Rp145 sampai Rp150 ribu.

Menurutnya, meski bukan barang subsidi, namun kenaikan gas tabung 12 kilogram ini sangat berimbas pada semakin merosotnya jumlah pembeli. Meski secara lebih jauh ia belum dapat merinci, sebelum adanya kenaikan harga, tabung gas di tempatnya hanya laku sekitar 1 sampai 5 tabung per hari.

“Padahal sebulan lalu, tepatnya awal bulan Maret baru saja naik, sekarang naik lagi. Sekarang imbasnya jumlah pembeli menurun,” keluhnya.

Pemilik pangkalan gas elpiji lain, Handoko, 50, malah tidak mengetahui dengan adanya kenaikan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp7 ribu hingga Rp8 ribu mulai awal April 2015 ini.

Saat ini dirinya masih menjual gas elpiji tabung 12 kg dengan harga Rp136 ribu.
“Saya belum tahu malah kalau harganya kembali naik,” akunya.

Ia menyatakan, sejauh ini dengan seringnya PT Pertamina menaikkan harga elpiji ukuran tabung 12 kilogram, menjadikannya kerap merugi. Pasalnya, tak hanya satu dua kali saja ia masih menjual elpiji dengan harga lama, padahal sudah mengalami kenaikan.

Handoko merasa nantinya akan menanggung rugi saat kembali berkulakan gas elpiji tersebut. “Harusnya ada pemberitahuan secara resmi jauh-jauh hari secara menyeluruh, jadi kami tidak kaget. Bahkan ada yang tidak tahu sama sekali dengan adanya kenaikan,” pungkasnya. (mg3/lis)