KURANG MAKSIMAL : Pengendara melintas di ruas jalan yang rusak di Jateng. Belum maksimalnya program Jateng Tanpa Lubang (JTL) menyebabkan masih banyak jalan rusak yang belum tersentuh perbaikan. (Jawa pos radar semarang files)
KURANG MAKSIMAL : Pengendara melintas di ruas jalan yang rusak di Jateng. Belum maksimalnya program Jateng Tanpa Lubang (JTL) menyebabkan masih banyak jalan rusak yang belum tersentuh perbaikan. (Jawa pos radar semarang files)
KURANG MAKSIMAL : Pengendara melintas di ruas jalan yang rusak di Jateng. Belum maksimalnya program Jateng Tanpa Lubang (JTL) menyebabkan masih banyak jalan rusak yang belum tersentuh perbaikan. (Jawa pos radar semarang files)

SEMARANG – Kalangan DPRD Jateng mengkritisi masih banyaknya kondisi jalanan yang rusak di Jateng. Kerusakan tidak hanya di daerah perkotaan, bahkan jalanan di pedesaan banyak yang rusak. Ditambah musim penghujan yang masih berlangsung kian membuat jalan semakin cepat rusak.

”Kami masih menemukan kondisi jalan di pedesaan yang rusak parah. Banyak warga yang mengeluhkan kondisi seperti ini,” kata juru bicara Fraksi PPP DPRD Jateng, H Taj Yasin, kemarin. Ia menambahkan, kondisi jalanan rusak hampir terjadi di sejumlah wilayah Jateng. Ia mencontohkan, kerusakan jalan banyak yang terjadi di ruas jalan Provinsi Jateng seperti Wonosobo – Banjarnegara, Wonosobo – Magelang (terutama Kecamatan Kepil), dan Tayu – Jepara. Selain itu juga terjadi di Jalan Godong – Purwodadi, Rembang – Blora (terutama KM 8-25), sampai jalan Trengguli – Gotri. ”Kondisi kerusakannya cukup bervariatif. Mulai kondisi cor beton retak-retak, aspal mengelupas sampai jalan yang berlubang,” tambahnya.

Dewan menilai program pemprov yaitu Jateng Tanpa Lubang (JTL) banyak mendapat apresiasi dari masyarakat. Meski begitu, dalam kenyataannya program tersebut masih belum maksimal di lapangan. Sebab, banyak kondisi jalan yang berlubang dan perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. ”Program ini harus terus digalakkan. Masyarakat sudah jenuh dengan kondisi banyaknya jalan yang rusak,” kata Juru Bicara Fraksi Demokrat DPRD Jateng, Bambang Eko Purnomo.

Ia menambahkan, Fraksi Demokrat masih menemukan banyak kondisi jalan yang harus membutuhkan perbaikan. Di Kelurahan Saripan, Jepara misalnya, jalanan sepanjang 1 KM rusak dan mendesak untuk dibeton. ”Sebab jalan itu merupakan akses utama masyarakat yang bisa digunakan untuk menyokong perekonomian warga,” tambahnya.

Dewan mengaku masih menemukan kondisi jalanan rusak ini di Jateng. Jalur sepanjang Banyumas-Cilacap misalnya ada jalan yang ambles sampai 2 meter. Kondisi itu terjadi di jalan nasional KM 6 dan KM 3 Wanareja, dan Wangon-Karangpucung. ”Ini sangat membahayakan dan meresahkan masyarakat. Karena ini merupakan jalan utama,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng Samirun.

Menurutnya kondisi jalanan yang rusak tidak hanya membutuhkan perawatan. Ia mendesak, agar ada peninggian jalan, melihat kondisinya sudah membahayakan pengguna jalan. ”Ini kondisinya sudah sangat parah, jadi harus ditinggikan. Kalau cuma ditambal sulam, hasilnya kurang maksimal,” tambahnya. (fth/ric/ce1)