Mahasiswa UIN Kalijaga Hilang di Sindoro

94

TEMANGGUNG- Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Kalijaga Jogjakarta dilaporkan tersesat di Gunung Sindoro. Ia terpisah dari rombongan pendaki yang naik menuju puncak Sindoro.

Kasi Penangan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto mengatakan, rombongan mendaki Gunung Sindoro melalui Pos Kledung pada Kamis (2/4) sore. “Kami mendapat laporan tersebut dari teman-teman Grasindo di Pos Kledung pada pukul 09.00 WIB pagi tadi (Jumat,3/4),” kata Eko. Grasindo adalah kelompok pemuda Tlahap pecinta dan penjaga hutan Gunung Sindoro.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak BPBD langsung mengirimkan satu tim SAR untuk melakukan pencarian di jalur pendakian. Delapan orang anggota Tim SAR BPBD Temanggung bersama anggota Grasindo saat ini sedang naik ke Gunung Sindoro untuk mencari pendaki yang terpisah dari rombongan tersebut.

“Kami belum tahu pasti siapa pendaki yang terpisah dari rombongan tersebut, karena dalam laporan Grasindo tidak menyebutkan nama,” jelasnya.

Kejadian pendaki tersesat di Gunung Sindoro memang sudah beberapa kali terjadi. Pada 24 Agustus 2014, 5 mahasiswa UPN Jogjakarta juga tersesat di Sindoro. Saat itu, mereka mendaki melalui jalur Desa Sigedang, Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Sekitar pukul 19.00 kondisi berkabut tebal, mereka sudah melampaui pos satu.

Saat itu, 2 pendaki terpisah dari rombongan. Salah seorang mahasiswa kemudian bermaksud mencari temannya yang terpisah, tapi ia malah terserang hipotermia atau kedinginan. Ia juga tersesat dan tidak bisa menemui 2 rekannya yang lain.

Tim SAR akhirnya berhasil menemukan kelima pendaki tersebut secara terpisah. Seorang pendaki tidak bisa berjalan sehingga harus dipapah ketika turun.

Rombongan pendaki itu bisa tersesat karena kondisi gunung Sindoro dibalut kabut tebal. Kemudian, belum semuanya kenal medan Sindoro. Sehingga saat ada kabut, mereka terpisah dan tidak berkomunikasi.

Kemudian pada 1 Februari 2014, 9 pendaki asal Jakarta juga sempat hilang di kawasan hutan lindung Gunung Sindoro. Mereka tersesat karena cuaca buruk dan mengganggu jarak pandang.

Para pendaki yang naik dari jalur Kledung ini akhirnya ditemukan di pos tiga Gunung Sindoro. Saat ditemukan, beberapa orang sudah lemas karena kelelahan. (mg3/ton)