Kapolrestabes Semarang Djihartono Dimutasi

99
Djihartono. (DOK)
Djihartono. (DOK)
Djihartono. (DOK)
Burhanudin. (DOK)
Burhanudin. (DOK)

BARUSARI – Setelah menjabat 2,6 tahun sebagai Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono dimutasi sebagai Kabagkerma Biro Pembinaan dan Operasional Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri.

Jabatan nomor satu di Polrestabes Semarang bakal digantikan oleh Kombes Burhanuddin, yang sebelumnya menjabat Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto Polda Jawa Tengah.
Pergeseran jabatan tersebut telah resmi tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/35/IV/2015/ tanggal 2 April 2015.

Kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono mengaku telah mendapat informasi surat telegram tersebut. ”Saya siap menjalankan tugas dan amanat pimpinan,” kata Djihartono dihubungi wartawan, Jumat (3/4).

Djihartono menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang sejak 17 September 2013 silam, atau kurang lebih 2,6 tahun. Sebelumnya, sejak 2010 menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jateng. Sehingga sosok Djihartono telah akrab di mata masyarakat. Nyaris setiap hari, nama Djihartono menghiasi halaman koran di Kota Semarang sebagai sosok penegak hukum yang tegas.

Djihartono berpesan kepada seluruh jajaran di Polrestabes Semarang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menegakkan hukum dengan tulus. Ia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak waswas atau khawatir saat beraktivitas di malam hari.
Pihaknya bersama segenap jajaran Polrestabes Semarang terus berusaha keras menjaga keamanan dan memberantas kejahatan jalanan. ”Kami berusaha semaksimal mungkin menjaga keamanan, masyarakat tidak perlu cemas,” katanya. Djihartono telah malang melintang dan merasakan pahit manisnya pengalaman mengemban tugas sebagai seorang abdi negara.

Pria kelahiran Bojonegoro 5 Februari 1965 ini berperan penting demi tercipta keamanan, ketertiban dan kenyamanan di Kota Semarang. Bahkan seperti paribahasa ”rela tidak tidur” demi tanggung jawab tersebut. Itu pun masih harus bijak saat menerima kritik, evaluasi ataupun opini publik atas kinerja kepolisian yang kadang dinilai kurang maksimal. ”Tidak ada masalah, itu sudah menjadi bagian tugas yang harus saya jalani,” ujar suami dari L. Ivan Wauran itu.

Tugas-tugas mulia tersebut dijalani dengan ikhlas sebagai seorang abdi negara. ”Sudah menjadi risiko dan tanggung jawab atas jabatan yang saya emban,” ujar ayah dua anak, yakni Duhan Hartono dan Gloria Indah Hartono ini. Selama menjadi Kapolrestabes Semarang, sejumlah kasus menonjol yang terjadi di Kota Semarang berhasil diungkap bersama jajarannya. (amu/zal/ce1)