Ingin Borobudur Setenar Angkor Wat

164
AGAR LEBIH MENDUNIA: Ratusan wisatawan saat mengunjungi Candi Borobudur beberapa waktu lalu. Pemprov akan menjalin kerja sama promosi pariwisata dengan provinsi Siem Reap, Kamboja agar Borobudur bisa lebih banyak dikunjungi wisatawan asing seperti Angkor Wat. (Jawa Pos Radar Semarang files)
AGAR LEBIH MENDUNIA: Ratusan wisatawan saat mengunjungi Candi Borobudur beberapa waktu lalu. Pemprov akan menjalin kerja sama promosi pariwisata dengan provinsi Siem Reap, Kamboja agar Borobudur bisa lebih banyak dikunjungi wisatawan asing seperti Angkor Wat. (Jawa Pos Radar Semarang files)
AGAR LEBIH MENDUNIA: Ratusan wisatawan saat mengunjungi Candi Borobudur beberapa waktu lalu. Pemprov akan menjalin kerja sama promosi pariwisata dengan provinsi Siem Reap, Kamboja agar Borobudur bisa lebih banyak dikunjungi wisatawan asing seperti Angkor Wat. (Jawa Pos Radar Semarang files)

SEMARANG – Guna mengembangkan potensi pariwisata di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah baru-baru ini menjalin kerja sama dengan Pemprov Siem Reap, Kamboja. Kerja sama dilakukan sebagai tindak lanjut hubungan luar negeri dalam bentuk sister province yang telah terjalin sejak 2007 silam.

”Tidak hanya pada sektor pariwisata saja, ke depannya akan diperluas dengan kerja sama pada sektor pendidikan, kebudayaan dan juga perdagangan,” ungkap Asisten Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono.

Siswo menjelaskan, Pemprov Jateng telah berupaya untuk menjalin hubungan yang harmonis di segala sektor pembangunan. Tidak hanya di tingkat pemerintahan, melainkan juga kerja sama di tingkat bisnis (business to business) dan juga personel (people to people). ”Kami mengharapkan dukungan promosi investasi dan pariwisata Jawa Tengah di Kamboja agar hubungan baik RI dengan Kamboja yang selama ini telah terjalin dapat terus berkembang,” imbuhnya.

Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri Biro Otonomi Daerah Setda Jateng Hary Setyawan menambahkan, selama ini Pemprov Jateng berupaya mencontoh kesuksesan candi Angkor Wat yang mampu menjadi magnet wisata bagi turis mancanegara. Diharapkan kesuksesan itu mampu menular kepada Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi wisata yang dimiliki Jawa Tengah.

”Secara tourism menarik. Candi Borobudur dan Angkor Wat seperti berkebalikan. Kalau Candi Borobudur itu 90 persen dikunjungi turis domestik, sebaliknya Angkor Wat 90 persen pengunjungnya justru turis asing,” jelasnya.

Atas hal itu, Pemprov Jateng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Siem Reap untuk mengetahui upaya pengembangan apa saja yang dapat ditempuh demi mempererat kerja sama antar kedua belah pihak. ”Sebelum mereka datang ke sini, sebagai saudara kita telah lebih dahulu berkunjung ke sana pada tahun 2010,” tandasnya.

Untuk diketahui, selain menjalin kerja sama luar negeri dalam bentuk sister province dengan Siem Reap Kamboja, Pemprov Jateng diketahui juga menjalin hubungan dengan Queensland Australia, Chungcheongbuk-do Korea, dan Fujian Tiongkok. (fai/ric/ce1)