Pemandian Air Panas Menarik Wisatawan

761
GRATIS : Salah satu pemandian air panas di Kabupaten Wonosobo yang cukup menarik dengan lingkungan masih alami. (Alfan Nurngain/radar kedu)
GRATIS : Salah satu pemandian air panas di Kabupaten Wonosobo yang cukup menarik dengan lingkungan masih alami. (Alfan Nurngain/radar kedu)
GRATIS : Salah satu pemandian air panas di Kabupaten Wonosobo yang cukup menarik dengan lingkungan masih alami. (Alfan Nurngain/radar kedu)

WONOSOBO – Kawasan Gunung Dieng yang merupakan wilayah vulkanik memunculkan adanya kawah dan tersebarnya mata air panas di sejumlah titik di Wonosobo. Air panas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan karena bisa untuk relaksasi dan dipercaya menyembuhkan penyakit kulit.

Seperti halnya pemandian air panas di Manggisan Desa Mudal, Wonosobo ini. Banyak orang mengunjungi pemandian yang masih alami ini. “Kebanyakan pengunjung datang untuk mandi dan relaksasi,” ujat Toyo salah satu penjual warung kopi di kawasan pemandian air panas Manggisan.

Menurutnya, pemandian air panas ini bermula saat berdirinya PT Dieng Djaya yang dibangun di kawasan Kalianget, Wonosobo. Kala itu, perusahaan meminta para karyawannya menggali tanah untuk menemukan air bersih guna kebutuhan pabrik. Namun yang ditemukan justru air panas yang kurang baik untuk dikonsumsi.

Setelah penggalian di beberapa titik di kawasan Kalianget dan Manggisan, lubang galian semakin membesar kemudian dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk tempat membersihkan badan dan relaksasi.

“Setelah diketahui aman, segera masyarakat memanfaatkan galian yang ditinggalkan Dieng Djaya tersebut sebaga kolam pemandian air panas,” jelasnya Kamis (2/4) kemarin.

Pemandian ini cukup memikat karena lingkungan sekitar yang masih alami, berada di kawasan persawahan. Wisatawan bisa berendam sembari menikmati pemandangan asri.

Luas area kolam sekitar 20 meter persegi dengan 7 pancuran yang ada di sekitar kolam. Selain digunakan dan dimanfaatkan oleh warga setempat, pemandian air panas Manggisan sudah menjadi objek wisata tambahan di samping pemandian air panas di Kalianget.

Para pengunjung yang datang ke pemandian air panas Manggisan tidak dipungut biaya, hanya membayar jasa parkir kendaraan. “Pengunjung yang datang untuk mandi ke sini gratis, tidak ada tiket, pengunjung hanya membayar jasa parkir saja,” tutur Toyo.
Hal senada diungkapkan Ndoko, warga setempat. Pemandian air panas di Manggisan dibuka 24 jam. Setiap hari ada ratusan pengunjung datang. “Alhamdulillah 3 tahun ini pengunjung sudah mulai semakin banyak, baik dari Wonosobo maupun dari luar kota,” ceritanya.

Kolam dibagi 2 lokasi, satu untuk laki-laki dengan area yang lebih luas dan satu lokasi khusus untuk perempuan. “Kalau pagi dan siang biasanya agak sepi. Biasanya hanya beberapa wisatawan yang berasal dari luar kota. Pengunjung ramai pada sore hingga malam,” pungkasnya.

Lokasi yang mudah dijangkau juga menjadi alasan salah satu wisatawan asal Surabaya, Jawa Timur, Affandi. Ia mengaku, mendapat informasi adanya pemandian air panas di Manggisan ini dari temannya yang lebih dulu berkunjung ke Dieng dan ke Manggisan.

“Saya penasaran dengan pemandian air panas ini, setelah diberitahu teman beberapa bulan lalu saat dia bewisata ke Dieng dan mampir ke sini,” ungkapnya.

Beberapa lokasi pemandian air panas di kawasan Wonosobo antara lain, pemandian air panas Kalianget, air panas Manggisan, pemandian air panas Pulosari, air panas Sendangsari, Garung dan pemandian air panas Campursari Kejajar. Semua pemandian air panas tersebut masuk dalam wilayah Kabupaten Wonosobo. (mg5/lis)