Oknum Perdes Bekingi Tower Bermasalah

199
MINTA DIBONGKAR: Tower milik PT Tower Bersama Group di Karang Tengah RT 01 RW 06, Tuntang, Kabupaten Semarang yang disoal warga. (MUNIR ABDILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MINTA DIBONGKAR: Tower milik PT Tower Bersama Group di Karang Tengah RT 01 RW 06, Tuntang, Kabupaten Semarang yang disoal warga. (MUNIR ABDILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MINTA DIBONGKAR: Tower milik PT Tower Bersama Group di Karang Tengah RT 01 RW 06, Tuntang, Kabupaten Semarang yang disoal warga. (MUNIR ABDILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TUNTANG- Sejumlah warga RT 01 RW 06, Karang Tengah, Tuntang, Kabupaten Semarang mendesak pengelola tower di wilayahnya segera melakukan pembongkaran. Pasalnya, sejak berdiri, perizinan tower tersebut tidak beres. Belum lagi izin yang semula hanya tinggi 52 meter, bertambah menjadi 72 meter.

Prayoga, salah satu warga RT 01 RW 06, Karang Tengah, Tuntang, mengatakan, jika perizinan sampai pengelolaan tower tidak dilakukan dengan baik. Bahkan, pembangunan tower menyalahi ketentuan yang sudah disepakati ketinggiannya.

“Tower ini banyak masalah, sejak berdiri sebenarnya izin tidak beres. Apalagi beberapa waktu lalu dari hasil paparan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten ditemukan kemiringan 12 sentimeter dan tingginya juga tidak sesuai ketentuan izin yang diajukan yang semula 52 meter menjadi 72 meter,” terang Prayoga kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Prayoga menambahkan, warga curiga terhadap permainan izin yang dilakukan oleh sejumlah oknum terkait tower tersebut. Bahkan, kata dia, meskipun sudah jelas bermasalah, beberapa waktu lalu warga justru diminta untuk menandatangani perpanjangan izin gangguan oleh oknum perangkat desa (perdes). Padahal dari data yang dipegang Prayoga, sejak enam bulan lalu, tower milik PT Tower Bersama Group tersebut telah disegel oleh Satpol PP dan dinyatakan dilarang untuk beroperasi.

“Sudah ada segel dari Satpol PP sejak enam bulan lalu, dan tidak boleh beroperasi. Tapi, hingga saat ini masih beroperasi bahkan ada sejumlah oknum yang seolah ikut melindungi keberadaan tower tersebut,” ungkap Prayoga.

Lurah Karangtengah, Purwoko, mengatakan, pihaknya membenarkan ada permasalahan tower tersebut. Purwoko menyangkal jika pihaknya melindungi keberadaan tower tersebut dan telah menyerahkan sengketa antara pengelola tower dan warga kepada pihak Kecamatan Tuntang.

“Kami sudah serahkan semuanya kepada pihak kecamatan. Yang penting bagi kami, masalah ini bisa dibicarakan baik-baik dan tidak timbul masalah lagi di kemudian hari,” katanya. (abd/aro)