Masyarakat Diminta Tingkatkan Pengawasan

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

TKP: Rumah kos milik Arief Sukirman di Jalan Kertanegara 14 C, Lingkungan Langensari Barat RT 2 RW 4, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran yang dijadikan tempat pesta miras palsu. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)
TKP: Rumah kos milik Arief Sukirman di Jalan Kertanegara 14 C, Lingkungan Langensari Barat RT 2 RW 4, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran yang dijadikan tempat pesta miras palsu. (PRISTYONO HARTANTO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Hingga saat ini Petugas Polres Semarang, masih melakukan penyelidikan kasus minuman beralkohol palsu yang merenggut 4 nyawa di Langensari, Ungaran, Kabupaten Semarang. Polisi juga masih melacak perendaran miras palsu tersebut dan menyerap informasi jika ada korban tambahan. Sebab sejumlah miras palsu jenis Redlabel dan Blacklabel itu diperkirakan sudah beredar. Polres Semarang juga meningkatkan pengawasan dan menghimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan dan segera melapor jika ada kegiatan masyarakat yang mencurigakan. Tujuannya. untuk mencegah terulangnya kembali kasus serupa.

Wakapolres Semarang Kompol Erwin H. Dinata mengatakan, pesta miras tersebut diikuti banyak orang yang berasal dari berbagai wilayah. Selain itu diperkirakan miras tersebut juga sudah dijual belikan. Sehingga pihak kepolisian hingga saat ini masih menyerap informasi kemungkinan adanya korban lain pasca pesta miras.

“Kami masih terus melakukan pengawasan peredaran miras, salah satunya dengan melakukan razia rutin. Kami berharap ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak mengkonsumsi miras,” kata Erwin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sementara itu, Kamis (2/4) kemarin beredar kabar korban miras palsu bertambah dua orang lagi. Namun setelah ditelusuri kabar tersebut tidak benar. “Tidak ada korban lagi. Informasi tentang ada korban lain yakni sopir tangki ya itu Al Fattah yang terakhir kali meninggal,” ungkap Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad meminta masyarakat meningkatkan kepedulian lingkungan. Sebab peristiwa tersebut dapat dicegah jika masyarakat mampu melakukan deteksi dini dan melaporkan ke polisi. Untuk itu pihaknya juga meminta jajaran kinerja Babinkamtibmas ditingkatkan. Sebab Babinkamtibmas adalah ujung tombak kepolisian dalam menyerap informasi kejadian maupun pemetaan situasi kamtibmas.

“Kami menghimbau agar masyarakat segera melapor jika ada kegiatan yang tidak biasanya dan dapat mengganggu kamtibmas. Selain itu kami juga sudah meminta Babinkamtibmas untuk meningkatkan pengawasan lingkungannya masing-masing,” kata Kapolres.

Terpisah, pemilik kos, Arif Sukirman, 62, mengaku tidak tahu jika sepanjang Sabtu (29/3) malam hingga Minggu (30/3) malam ada pesta miras di salah satu kamar kos miliknya. Sebab Arif tidak memperhatikan secara detil satu per satu aktivitas penghuni kosnya. Apalagi salah seorang korban, Jack baru beberapa minggu tinggal di kos tersebut.

“Hari Sabtu saya tidur gasik, keesokan paginya bersama istri momong cucu di Stadion Wujil. Saya tahu setelah ada yang meninggal dunia,” tutur Arief. (tyo/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -