Kredit Bermasalah Terancam Meningkat

101

SEMARANG – Tingginya nilai tukar USD terhadap rupiah yang akhir-akhir ini tembus di atas Rp 13.000 per USD, secara umum cukup menekan perbankan. Hanya saja hingga kini belum ada dampak signifikan pada perbankan, karena jumlah pinjaman perbankan dalam valas tidak banyak.

“Dampaknya sekarang belum ada. Bahkan saat pelemahan rupiah mendekati Rp 14 ribu, masih fight,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jateng dan DIY Santoso Wibowo, kemarin.

Namun pelemahan tersebut dapat berdampak pada kredit perbankan. Perusahaan yang menggunakan bahan baku impor tetapi menjual produk ke pasar domestik, akan menaikkan harga jual produk. Hal tersebut akan berdampak pada turunnya penjualan. “Hal ini juga dapat berpengaruh pada kurang lancarnya angsuran kredit ke perbankan, sehingga bisa berimbas pula pada naiknya tingkat kredit bermasalah atau NPL perbankan,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, dampak pada tersendatnya penyaluran kredit belum terasa. Terlebih, di Jawa Tengah sebagian besar industri merupakan export oriented, yang justru diuntungkan saat US dollar naik.

Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak ke depan, OJK meminta, agar perbankan meningkatkan kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Di antaranya dengan selective control, yakni lebih mengutamakan kredit yang memiliki orientasi ekspor. Atau bila perusahaan berorientasi pasar domestik diutamakan yang menggunakan bahan baku lokal, sehingga tingginya USD tidak mengganggu proses produksi maupun penjualan.

Ia menambahkan, kinerja bank di Jawa Tengah, hingga kini masih lebih baik dari nasional. Baik penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) , Kredit, maupun NPL sedikit lebih baik dari nasional. Triwulan 4 tahun lalu misalnya, pertumbuhan aset perbankan di Jateng masih tumbuh 12,4 persen, sedangkan nasional hanya tumbuh 7 persen. Selain itu LDR 98 persen, dan NPL 2,43 persen. “Sampai Februari ini kinerja juga masih bagus. Saya yakin sampai akhir tahun prediksi masih lebih baik dari nasional, harus optimistis,” tandasnya. (dna/smu)