DIPERIKSA : Dua tersangka pengedar dan bandar sabu, saat dimintai keterangan di Polres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Dua tersangka pengedar dan bandar sabu, saat dimintai keterangan di Polres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Dua tersangka pengedar dan bandar sabu, saat dimintai keterangan di Polres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Pupus sudah harapan SF alias Fian, 36, seorang pengusaha warga Jalan Patimura, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, untuk membeli motor baru. Pasalnya, Selasa (31/3) dini hari kemarin, dirinya ditangkap Tim Sat Narkoba Polres Batang, sesudah membeli satu paket sabu di Cafe Sheera Jalan Wuni, Desa Tenggulang Harjo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

Penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkoba di Cafe Sheera. Namun, setiap kali diadakan razia pada cafe tersebut, selalu tidak membawa hasil. Pasalnya, antarapengedar dan pembeli selalu pandai menghindar.

Namun, Selasa (31/3) dini hari pukul 02.00, Tim Sat Narkoba Polres Batang, berhasil menangkap basah Fian, di Cafe Sheera setelah membeli dari TR alias Idup, 33, warga Kelurahan Klidang Wetan RT 01 RW 03, Kecamatan Batang, yang bekerja sebagai kasir di Cafe Sheera tersebut.

Berbekal dari informasi warga dan hasil investigasi sebelumnya, sejumlah petugas Sat Narkoba sudah disebar di sejumlah titik pada Cafe Sheera. Setelah ditunggu hampir 12 jam lebih, Fian baru datang ke Cafe Sheera pukul 12.30. Tak lama setelah memesan minuman dan membayar di cafe, yang dilayani oleh Idup, karyawan Cafe Sheera yang bertindak sebagai kasir.

Sesaat setelah Fian menerima uang kembalian yang diselipkan bungkusan sabu, Sat Narkoba Polres Batang langsung menangkap Fian dengan barang bukti berupa tujuh klip plastik sabu, potongan sedotan, pipet kaca dan gunting.

Setelah diperiksa akhirnya Fian mengaku bahwa dirinya memang kerap membeli sabu dari Idup, kasir di Cafe Sheera. Idup pada saat itu, langsung ditangkap dan ditemukan barang bukti berupa, timbangan digital merk CHQ, alat hisap shisa, pipet kaca, dan sedotan potongan.

“Setiap kali akan mengadakan pesta sabu, kami membeli dari Idup. Bahkan Idup menjual juga semua peralatan sabu, sehingga kami tinggal pakai,” ungkap Fian, yang rencananya mau membeli motor baru dari hasil penjualan sabu tersebut.

Idup saat diperiksa mengatakan, bahwa sabu yang diterima dan diperjualbelikan, adalah barang milik Mister X dari Jakarta. Dirinya hanya menerima paketan, berdasarkan pesanan dari pembeli.

“Saya tidak pernah kenal dengan Mister X. Selama ini, kalau bertransaksi hanya via telepon. Demikian juga dengan yang kirim barang, barang diterima, uang langsung dibayarkan pada pengirim barang tersebut, bukan kepada mister X,” kata Idup yang sudah lebih dari 6 bulan nyambi jualan narkoba di Cafee Sheera.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Batang, AKP Farial Ginting menegaskan bahwa kedua tersangka ditangkap di Cafee Sheera setelah keduanya bertransaksi di cafe tersebut. Menurutnya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 132,112 dan 114 ayat 1, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun hingga 20 tahun.

“Kedua tersangka tersebut, saat ini sedang kami periksa untuk pengembangan lebih lanjut. Karena Mister X sebagai pemasok, saat ini sedang kami kejar, “ tegas AKP Ferial Ginting. (thd/ida)