BERBAGI: Anak-anak yatim dari SD Juara Kalicari berfoto bersama usai menerima santunan dan bingkisan paket alat tulis saat perayaan HUT ke-15 Jawa Pos Radar Semarang kemarin (1/4). (bawah) Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz menyerahkan potongan tumpeng kepada Pemimpin Redaksi Arif Riyanto. (FOTO-FOTO: NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAGI: Anak-anak yatim dari SD Juara Kalicari berfoto bersama usai menerima santunan dan bingkisan paket alat tulis saat perayaan HUT ke-15 Jawa Pos Radar Semarang kemarin (1/4). (bawah) Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz menyerahkan potongan tumpeng kepada Pemimpin Redaksi Arif Riyanto. (FOTO-FOTO: NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERBAGI: Anak-anak yatim dari SD Juara Kalicari berfoto bersama usai menerima santunan dan bingkisan paket alat tulis saat perayaan HUT ke-15 Jawa Pos Radar Semarang kemarin (1/4). (bawah) Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz menyerahkan potongan tumpeng kepada Pemimpin Redaksi Arif Riyanto. (FOTO-FOTO: NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

FOTO A2WEB

LEMPONGSARI – Perayaan HUT ke-15 Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (1/4) kemarin, berlangsung meriah. Meski digelar sederhana, namun peringatan hari jadi kali ini penuh makna. Perayaan dimulai pukul 10.00 dengan mengadakan pengajian dan pemotongan tumpeng serta pemberian santunan kepada 25 anak yatim di lantai I kantor Jawa Pos Radar Semarang Jalan Veteran 55.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz mengatakan, memasuki usia 15 tahun ibarat anak baru gede (ABG) yang tengah memasuki masa pencarian jati diri. Masa-masa krusial yang jika tidak terkontrol, akan mudah terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan.

Abdul Aziz menggambarkan tantangan membangun media massa di tengah persaingan yang semakin ketat. Usia memang tidak menjamin ’kedewasaan’ mengenai cara menyuguhkan berita untuk memanjakan pembaca. Tapi fight agar bisa totalitas lah yang menjadi ujung tombak eksistensi sebuah perusahaan media cetak.

”Bisa mencapai usia 15 tahun merupakan sebuah kebanggaan. Tapi di balik itu, ada tantangan agar bisa terus eksis dan lebih baik. Apalagi persaingan media massa terutama cetak saat ini sangat ketat,” ungkap Aziz sambil menambahkan bahwa tema HUT ke-15 kali ini adalah ”Radar Semarang Penuh Warna”.

Sedangkan Ustad KH Agus Syukron dalam tausiyahnya mengatakan, perusahaan akan sehat dan barokah jika pimpinannya tak sekadar jarkoni alias bisa berujar tak bisa nglakoni (bisa ngomong tak bisa menjalankan, Red). Tapi, harus memberikan contoh atau teladan kepada anak buahnya.

”Jelek-jelek begini saya punya usaha fotokopi di 12 tempat dengan karyawan 70 orang. Di sepanjang Undip Pleburan itu saya punya 7 tempat, lainnya di Pedurungan, Kalicari dan Tlogosari. Ini bukan sombong lho. Saya selalu menerapkan, setiap hari karyawan saya harus berzikir minimal 400 kali dan bersalawat minimal 100 kali. Ini biar semuanya barokah, usaha jadi lancar,” katanya.

Usai tausiyah dan doa, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Abdul Aziz yang diserahkan masing-masing kepada Pemimpin Redaksi Arif Riyanto, perwakilan anak yatim, Kabag Humas Pemkot Semarang Achyani dan Kabag Humas Pembab Kendal Heri Wasito. Berikutnya diserahkan santunan dan paket alat tulis kepada 25 siswa SD Juara binaan Rumah Zakat Kalicari, Pedurungan. Santunan diserahkan oleh Abdul Aziz, General Manager Adi Riyadi dan Ismu Puruhito, serta Pemred Arif Riyanto. ”Belajarnya yang rajin ya Dik. Uangnya kalau bisa ditabung,” pesan Ismu Puruhito.

Selesai penyerahan santuan, seluruh kru Jawa Pos Radar Semarang menggelar ramah-tamah di sekitar kolam renang kantor redaksi Jalan Veteran 55. Selain makan siang bersama, digelar juga pembagian doorprize sebagai hiburan. Agar lebih meriah, disisipkan beberapa kuis spontanitas berhadiah bingkisan menarik.

Dalam kesempatan itu juga diumumkan tujuh karyawan berprestasi di setiap divisi. Untuk divisi pracetak atau layout terbaik terpilih Falakhudin. Wartawan terbaik Ahmad Faishol, redaktur terbaik Muhammad Rizal Kurniawan, divisi keuangan terbaik Ida Noor Afia, divisi umum terbaik Karman, divisi pemasaran terbaik Wulan Wijayanti, dan divisi iklan terbaik Eny Susilowati. Para karyawan-karyawati terbaik tersebut mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah sejumlah uang.

”Pemberian penghargaan ini diharapkan bisa menjadi motivasi karyawan yang lain agar berprestasi. Rasanya, reward and punishment wajib diberlakukan agar ada semacam pengakuan terhadap karyawan,” kata Aziz.

Perayaan HUT ke-15 Jawa Pos Radar Semarang kemarin juga dihadiri sejumlah kolega, relasi, dan para pemasang iklan. Di antaranya, Varuna Entertainment, E-Plaza Semarang, Hotel Novotel Semarang, Mal Ciputra Semarang, Hotel Ibis Simpang Lima, Hotel Dafam Semarang, Hotel Santika Premiere Semarang, Hotel @Hom Semarang, Hotel Noormans Semarang, Indosat Semarang, Dani Sriyanto, Crowne Plaza Hotel, Gumaya Tower Hotel, Hotel Holiday Inn Express Semarang, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jateng dan Hotel Pandanaran Semarang. (amh/aro/ce1)