Pasang Police Line, tapi Tak Temukan Bukti

72
TAK ADA PELANGGARAN: Petugas Polsek Semarang Utara saat memasang police line terhadap gudang penyimpan bahan kimia yang diduga untuk campuran miras, di Jalan Hasanudin Raya, kemarin. (Abdul Mugis/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK ADA PELANGGARAN: Petugas Polsek Semarang Utara saat memasang police line terhadap gudang penyimpan bahan kimia yang diduga untuk campuran miras, di Jalan Hasanudin Raya, kemarin. (Abdul Mugis/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK ADA PELANGGARAN: Petugas Polsek Semarang Utara saat memasang police line terhadap gudang penyimpan bahan kimia yang diduga untuk campuran miras, di Jalan Hasanudin Raya, kemarin. (Abdul Mugis/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG UTARA – Penyidik Polsek Semarang Utara mengaku pemeriksaan terhadap penggerebekan gudang penyimpanan bahan kimia di Jalan Hasanudin Raya G 11 C, Semarang Utara, Senin (30/3) lalu, dinyatakan tidak terbukti melanggar pidana.

Padahal sebelumnya, bahan-bahan kimia di gudang tersebut diduga digunakan produksi minuman keras (miras) tanpa memiliki perizinan alias ilegal. Sehingga pemilik gudang bahan kimia tersebut ”dilepaskan”. Berdasarkan pantauan di lokasi, tim yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara AKP Hengky itu langsung memeriksa gudang tersebut, Senin (30/3) sekitar pukul 11.30.

Di dalam gudang itu terdapat puluhan drum berisi bahan-bahan kimia yang diduga akan diolah, tanpa memiliki perizinan produksi. Para petugas sempat memeriksa sejumlah drum dan membawa sample dari drum berisi bahan kimia tersebut.

Tak lama kemudian, sejumlah aparat kepolisian memasang police line di lokasi gudang dalam kondisi pintu terkunci rapat. Hal itu untuk keperluan proses hukum lebih lanjut.

Kendati demikian, sejumlah petugas di lokasi penggerebekan tak satu pun berkenan memberi keterangan terkait apa dugaan pelanggaran yang terjadi di gudang tersebut. Di antara petugas yang sempat ditanyai wartawan, hanya berkomentar singkat. ”Kami pasang police line untuk menghentikan aktivitas sementara,” ujar salah satu petugas di lokasi gudang.

Kapolsek Semarang Utara Muhammad Ridwan saat dikonfirmasi membantah terkait sebutan penggerebekan gudang bahan kimia tersebut. ”Bukan (penggerebekan). Kami dapat informasi dari masyarakat, lalu kami lakukan cek di lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidananya. Itu etanol,” kata Ridwan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (31/3).

Dijelaskan, semula pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan industri bahan-bahan kimia yang digunakan untuk produksi miras. ”Informasi awal, bahan-bahan kimia itu untuk bahan miras. Kami sudah cek, juga koordinasi dengan kasat reskrim (Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto) untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak terbukti. Tidak ditemukan unsur pidana,” kata Ridwan.

Dikatakan Ridwan, gudang yang menyimpan bahan kimia jenis etanol itu telah memiliki perizinan. Sehingga penyelidikan kasus ini tidak dilanjutkan. Secara otomatis, sang pemilik gudang penyimpanan bahan kimia yang diduga produksi miras itu dilepaskan dari jerat hukum. (amu/zal/ce1)