Nekat Mencuri Karena Utang Tukang Sayur

122
BUTUH DUIT: Muslih sedang diperiksa di Polres Temanggung karena diduga mencuri di rumah tetangganya. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
BUTUH DUIT: Muslih sedang diperiksa di Polres Temanggung karena diduga mencuri di rumah tetangganya. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Polres Temanggung kemarin menangkap seorang pria yang diduga kerap membobol rumah tetangganya sendiri. Pelaku bernama Muslih, 43, warga Dusun Dalangan, Desa Campursari, Bulu. Ia diduga kuat kerap mencuri barang-barang berharga di rumah tetangganya. Terakhir, Muslih membobol rumah Sariyono, pada pukul 18.00. Sebelas jam setelah pencurian, pelaku berhasil diringkus aparat karena laporan warga.

Kepada penyidik, pelaku mengakui semua perbuatannya. Kini Muslih ditahan di Mapolsek Bulu. Ia mengaku terpaksa mencuri uang, lantaran didesak membayar utang kepada tukang sayur keliling sebanyak Rp 4 juta. Ia mengelak tuduhan warga, bahwa dialah pelaku tunggal atas berbagai kasus pencurian yang selama ini terjadi.

“Saya hanya dua kali mencuri, terakhir ya di rumah Sariyono itu. Uangnya juga masih saya kantongi. Satunya lagi, cabai sebanyak sepuluh kilo, tapi itu dulu. Kalau lainnya tidak tahu,” elaknya.

Kini, polisi masih terus mendalami kasus pencurian tersebut. Termasuk, mengamankan sebuah tas merah, uang yang dicuri, dan sebuah linggis sebagai barang bukti.

Sariyono, 57, warga Dusun Dalangan menuturkan, tak sekali ini saja ia jadi korban pencurian. Terakhir, ia kehilangan uang Rp 8 juta. Uang itu disimpannya di dalam laci.

Sariyono mengaku berkali-kali kehilangan barang. Tidak hanya uang. Burung dara peliharaan lainnya juga raib. Pelakunya diduga sama. “Pada 2013, saya juga pernah kehilangan uang sampai Rp 16 juta. Hilangnya di rumah juga. Habis itu nggak pernah dan baru ini terjadi lagi.”

Sementara itu, dari Polres terungkap modus pencuri dengan mencongkel pintu dan jendela rumah korban. Eternit atap rumah korban juga dijebol. (mg3/isk)