Korban Pesta Miras Bertambah Seorang

221
BARANG BUKTI: Wakapolres Semarang Kompol Erwin H. Dinata dan Kasat Reskrim AKP Herman Sophian menunjukkan barang bukti miras impor palsu yang disita dari rumah kos korban. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Wakapolres Semarang Kompol Erwin H. Dinata dan Kasat Reskrim AKP Herman Sophian menunjukkan barang bukti miras impor palsu yang disita dari rumah kos korban.  (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BARANG BUKTI: Wakapolres Semarang Kompol Erwin H. Dinata dan Kasat Reskrim AKP Herman Sophian menunjukkan barang bukti miras impor palsu yang disita dari rumah kos korban. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Korban pesta minuman beralkohol (mihol) atau minuman keras (miras) di kos Jalan Kertanegara 14 C, Lingkungan Langensari Barat RT 2 RW 4, Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, bertambah seorang. Korban yang tewas adalah Al Fattah, 34, warga Kebon Andong RT 1 RW 12, Kelurahan Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, yang sebelumnya kritis di RSUD Ungaran. Al Fatah tewas Selasa (31/3) sekitar pukul 22.00, dan langsung dilakukan otopsi sebelum dibawa pulang keluarga untuk dimakamkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesta miras di rumah kos milik Arif Sukirman yang berlangsung sejak Sabtu (28/3) hingga Minggu (29/3) itu awalnya menewaskan tiga orang, yakni Joko Waluyo alias Jack, 51, warga Jalan Palang Merah, Perum Nitibuana, Kelurahan Beji, Ungaran Timur; Ahmad Feriyanto, 22, warga Desa Keji RT 4 RW 5, Ungaran Barat, dan Aminah, 25, warga Desa Sitiluhur, Gembong, Pati. Dari lokasi kejadian, petugas Polres Semarang menyita 19 botol minuman beralkohol dan 9 botol yang sudah kosong.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad mengatakan, korban miras akhirnya bertambah satu orang yang meninggal sekitar pukul 22.00. Sebelumnya kondisi korban kritis, dan dirawat di rumah sakit. Sehingga jumlah korban meninggal menjadi empat orang. ”Mudah-mudahan tidak ada korban lain lagi,” katanya.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dari mana asal miras tersebut? Dan apa kandungan dari miras tersebut. Dugaan sementara miras itu berasal dari seseorang di Banyumanik, Semarang. Selain itu diduga kuat miras impor jenis Redlabel (RL) dan Blacklabel (BL) tersebut palsu, dan diduga diproduksi di Kota Semarang.

”Miras tersebut diduga kuat palsu. Kita masih akan memeriksa kandungan miras tersebut. Juga menelusuri dari mana Jack membeli miras tersebut?” tutur Wakapolres Semarang Kompol Erwin H Dinata.

Lebih rinci Kompol Erwin menyebutkan, ciri-ciri miras palsu terlihat dari tulisan yang ada di bagian tutup botol tidak nyambung dan segel yang sudah sobek. Kondisi tersebut menandakan tutup botol miras pernah dibuka. Oleh pembuat miras impor palsu, kondisi itu ditutup dengan segel plastik baru.
”Jadi hanya botolnya saja yang asli, tetapi isinya palsu atau suntikan isi ulang,” kata Erwin.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian menambahkan, pihaknya masih mendalami pemeriksaan terhadap Nur sebagai saksi kunci. Sebab, diduga kuat Nur mengetahui asal-usul minuman keras tersebut. Nur diajak Jack membeli miras tersebut dari seseorang di dekat SPBU Sukun, Kota Semarang.

”Di SPBU Sukun, Jack menemui orang yang diduga penjual miras tersebut. Saksi Nur mengaku tidak kenal, dan tidak tahu dengan siapa Jack membeli miras itu,” ujarnya.
Sedangkan korban miras palsu yang selamat, yakni Sugeng, 33, warga Langensari Barat RT 6 RW 6 Ungaran Barat mengaku hanya tahu Jack datang bersama temannya Tesy membawa puluhan botol miras. Sugeng juga sempat mencicipi miras tersebut dan membeli satu botol RL seharga Rp 50 ribu.

”Saya ini jadi korbannya, saya beli satu botol dan Jack pesan kalau habis botolnya diminta untuk dikembalikan,” tutur Sugeng di lokasi kejadian. (tyo/aro/ce1)