Pesta Miras, 3 Tewas, 1 Kritis

180

UNGARAN – Pesta minuman keras (miras) di rumah kos Arif Sukirman di Kampung Langensari Barat RT 2 RW 4 Kelurahan Langensari, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang memakan korban. Tiga orang tewas dan seorang masih kritis di RSUD Ungaran.

Tiga orang yang tewas itu Joko Waluyo alias Jack, 51, warga Jalan Palang Merah, Perum Nitibuana, Kelurahan Beji, Ungaran Timur; Ahmad Feriyanto, 22, warga Desa Keji RT 4 RW 5, Ungaran Barat, dan Aminah, 25, warga Desa Sitiluhur, Gembong, Pati. Sedangkan seorang korban yang kritis dan masih menjalani perawatan di rumah sakit, yakni Al Fattah, 34, warga Kebon Andong RT 1 RW 12, Desa Ngemplak, Kandangan, Temanggung.

Petugas Polres Semarang hingga kemarin masih melakukan penyelidikan. Ada 5 saksi yang telah dimintai keterangan. Selain itu, 19 botol minuman beralkohol dan 9 botol yang sudah kosong. Polisi juga masih memburu seorang bernama Nur, warga Bergas yang diduga kuat sebagai pemasok minuman beralkohol maut tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, peristiwa tersebut berawal Minggu (29/3) pukul 03.00 lalu, ketika itu Jack dan Ngadiono alias Tesy datang ke rumah kos Arif Sukirman dengan membawa 8 dus berisi minuman beralkohol jenis Red Label dan Black Label. Kemudian keduanya mulai menggelar pesta minuman beralkohol di hadapan satpam bernama Sugeng, 33, warga Langensari Barat, Ungaran. Sekitar pukul 07.00, datang 7 orang perempuan dan seorang laki-laki, ikut bergabung pesta minum bersama Jack dan Tesy. Namun sejumlah perempuan dan seorang laki-laki itu tidak lama berada di lokasi, sekitar pukul 21.00, mereka pulang sambil membawa tas yang diduga berisi minuman beralkohol.

Keesokan harinya, Senin (30/3) sekitar pukul 03.00, Jack tidak sadar di depan gapura kos. Oleh teman-temannya, Jack dibawa masuk dan dibelikan Susu Beruang oleh saksi Sugeng. Tujuannya untuk menetralisir minuman beralkohol, sehingga Jack cepat sadar. Sekitar pukul 21.00, Jack diketahui meninggal dunia di kamar kosnya.

Petugas Polsekta Ungaran langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyita sejumlah minuman beralkohol. Polisi juga menerima laporan bahwa teman Jack lainnya yang ikut pesta minuman beralkohol juga tewas di RSUD Ungaran. Korban yang tewas total ada tiga orang, yakni Jack, Ahmad Feriyanto, dan seorang perempuan bernama Aminah. Serta satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, yakni Al Fattah. Dua jenazah korban sudah diambil keluarganya untuk dimakamkan. Polisi juga akan melakukan otopsi jenazah korban terakhir, yakni Aminah.

Sejumlah dokter di UGD RSUD Ungaran saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang keberatan memberikan keterangan terkait penyebab tewasnya ketiga orang tersebut.

”Lebih baik, besok saja minta data ke Yanmed (pelayanan medis). Korban yang meninggal, dan masih di kamar mayat perempuan. Saya tidak tahu persis bagaimana kondisinya, karena itu limpahan dari ruang rawat inap,” kata salah seorang dokter, Selasa (31/3) petang.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad mengatakan, dari sejumlah saksi-saksi pesta miras di rumah kos Arif Sukirman itu berlangsung sejak Minggu lalu. Pesta minuman setan itu diikuti sejumlah orang, baik laki-laki maupun perempuan yang datang bergiliran. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab tewasnya korban dan dari mana asal minuman beralkohol tersebut.

”Indikasinya mereka itu keracunan miras, kalau overdosis tidak tepat, karena minuman itu tidak ada ketentuan dosis yang tertera dalam botolnya. Kita masih mendalami penyelidikan,” kata kapolres.

Keluarga korban tewas, Aminah alias Ina, tidak menyangka jika anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Sarijan dan Jatun itu bakal bernasib tragis. Selama ini, di kampung halamannya Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Aminah dikenal orang yang tidak neko-neko. Aminah pamit kerja di Ungaran sebagai penjaga toko sepatu.

”Kami kaget mendapatkan kabar Aminah kondisinya seperti ini. Bahkan orang tuanya sampai shock begitu mendengar Aminah meninggal dunia dengan cara seperti ini,” tutur paman Aminah, Sulhalal, 55, saat ditemui di Mapolres Semarang, malam kemarin.

Aminah diketahui sudah sekitar satu tahun tinggal di Ungaran. Dulu pamit kerja sebagai penjaga toko sepatu. Namun keluarga sudah tidak tahu persis, keberadaannya di mana dan saat ini kerja sebagai apa. Keluarga korban juga terkejut karena selama ini mengenal Aminah tidak pernah minum minuman beralkohol.

”Dia itu dari keluar tidak mampu, kami merasa sangat prihatin bisa sampai seperti ini. Sekitar satu tahun dia di Ungaran, tapi tidak jelas apa kerjanya. Selama ini dia dikenal baik dan tidak minum-minuman seperti itu,” kata Pjs Kepala Desa Sitiluhur, Abdul Syukur.

Abdul Syukur berharap jenazah Aminah dapat segera dibawa ke Pati untuk dimakamkan. Keluarga menghendaki agar jenazah tidak diotopsi. (tyo/aro/ce1)